Corona Meroket, Suporter Inggris Diminta Tak Berkerumun Jelang Final Euro

ADVERTISEMENT

Corona Meroket, Suporter Inggris Diminta Tak Berkerumun Jelang Final Euro

Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 11 Jul 2021 05:42 WIB
Pendukung Inggris bersorak usai Timnas Inggris berhasil melaju ke semifinal Euro 2020. The Three Lions sukses tumbangkan Ukraina 4-0
Suporter Inggris (Foto: Getty Images)
London -

Polisi London memperingatkan suporter Inggris untuk tidak berkerumun jelang final Euro 2020 di Stadion Wembley. Polisi mewanti-wanti agar suporter yang tidak memiliki tiket untuk tidak ke London.

"Saya mendesak orang-orang untuk tidak berkumpul dalam jumlah besar," kata Wakil Asisten Polisi London Komisaris Met Laurence Taylor dalam sebuah pernyataan dilansir AFP, Minggu (11/7/2021).

"Jika Anda tidak memiliki tiket ke pertandingan, zona penggemar atau (tidak) secara resmi memesan pub, bar atau klub, pesan saya jelas: tolong jangan datang ke London - Anda bisa melewatkan pertandingan," kata Taylor.

Pub dan bar di London diimbau untuk mengurangi jumlah meja dan bangku.

Diketahui, laga final antara Inggris vs Italia akan digelar di Stadion Wembley, London pada Minggu (11/7) malam waktu setempat. Diperkirakan ada lebih dari 65 ribu suporter Inggris dan Italia yang akan menonton pertandingan tersebut.

Pendukung Inggris bersorak usai Timnas Inggris berhasil melaju ke semifinal Euro 2020. The Three Lions sukses tumbangkan Ukraina 4-0Pendukung Inggris bersorak usai Timnas Inggris berhasil melaju ke semifinal Euro 2020. The Three Lions sukses tumbangkan Ukraina 4-0 Foto: Getty Images

Jumlah ini menjadi penonton pertandingan olahraga terbanyak semenjak pandemi. "London masih berada dalam krisis kesehatan masyarakat," kata Taylor.

Perdana Menteri Boris Johnson sudah mengisyaratkan untuk melonggarkan pembatasan virus Corona. Hal ini menjadi ironi mengingat kasus virus Corona di Inggris melonjak drastis dengan sebagian besar kasus varian Delta yang sangat menular.

Johnson menyebut pelonggaran bisa dilakukan karena vaksinasi Corona yang diklaim sukses. 87 persen orang dewasa di Inggris sudah divaksin dosis pertama dan 2/3 dari 87 persen tersebut sudah disuntik 2 kali dosis.

Vaksinasi tersebut, kata Boris, berhasil menekan angka kematian dan rawat inap. Namun, kebijakan ini mendapatkan banyak kecaman dari sejumlah pakar.

(isa/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT