Round-Up

Angkat Kaki Militer Paman Sam Bikin Taliban Kuasai Afghanistan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 10 Jul 2021 20:45 WIB
A member of the Afghan security forces stands guard after the American military left Bagram air base, in Parwan province north of Kabul, Afghanistan, Monday, July 5, 2021. The U.S. left Afghanistans Bagram Airfield after nearly 20 years, winding up its forever war, in the night, without notifying the new Afghan commander until more than two hours after they slipped away. (AP Photo/Rahmat Gul)
Foto Pangkalan Udara Bagram: AP/Rahmat Gul
Jakarta -

Amerika Serikat memerintahkan seluruh tentaranya di Afghanistan pulang dari negara yang dilanda perang tak berkesudahan itu. Angkat kakinya AS dari Afghanistan ini membuat kelompok Taliban mengklaim telah menguasai 85 persen wilayah Afghanistan.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (9/7), beberapa jam setelah Presiden AS Joe Biden mengeluarkan pembelaan tentang penarikan pasukan AS dari Afghanistan, Taliban mengatakan para petempurnya telah merebut kota perbatasan Islam Qala, perlintasan perbatasan utama dengan Iran.

Presiden AS, Joe Biden berpidato di Gedung Putih menyampaikan, militer AS telah "mencapai" tujuan di Afganistan. Membunuh Osama bin Laden, hingga menurunkan Al Qaeda, dan mencegah lebih banyak serangan ke AS.

"Kami mengakhiri perang terpanjang Amerika," kata Biden dilansir dari AFP, Jumat (9/7).

"Status quo bukanlah pilihan," lanjut Biden.

Biden mengatakan tidak akan lagi mengirim tentara AS untuk berperang di Afghanistan. Biden mengaku yakin Pemerintah Afganistan akan bisa mengalahkan Taliban.

"Saya tidak percaya Taliban. Tapi saya percaya kapasitas militer Afganistan," kata Biden saat berpidato.

Pasukan militer AS dilaporkan secara diam-diam meninggalkan pangkalan udara Bagram di Afghanistan pada dini hari tanpa memberitahu militer Afghanistan. Total ada 3,5 juta barang yang ditinggalkan begitu saja oleh militer AS, termasuk ribuan mobil dan ratusan kendaraan lapis baja.

Seperti dilansir BBC dan The Guardian, Kamis (8/7), pangkalan Bagram yang menjadi markas tentara AS di Afghanistan selama 20 tahun ditinggalkan dalam keadaan gelap gulita dan barang-barang di dalamnya dibiarkan begitu saja sehingga memicu penjarahan oleh warga setempat.

Komandan baru untuk pangkalan udara Bagram, Jenderal Mir Asadullah Kohistani, menuturkan dirinya baru mengetahui kepergian tentara-tentara AS beberapa jam setelah kepergian mereka pada Jumat (2/7) dini hari, sekitar pukul 03.00 waktu setempat.

Kohistani menuturkan bahwa militer AS meninggalkan sekitar 3,5 juta barang di Bagram, termasuk puluhan ribu botol air minum, minuman berenergi dan makanan siap santap militer. Militer AS juga disebut meninggalkan begitu saja ribuan mobil sipil tanpa kunci dan ratusan kendaraan lapis baja.

Kohistani juga menyebut militer AS membawa persenjataan berat dan meledakkan sejumlah persediaan amunisi di pangkalan Bagram, namun meninggalkan senjata-senjata kecil dan amunisinya untuk militer Afghanistan.

Taliban Kuasai Wilayah Afghanistan

Selain itu, Zabihullah Mujahid mengatakan kepada AFP bahwa perlintasan perbatasan Islam Qala berada "di bawah kendali penuh kami", sementara pejabat pemerintah di Kabul, ibu kota Afghanistan mengatakan perlawanan sedang berlangsung.

"Semua pasukan keamanan Afghanistan termasuk unit perbatasan hadir di daerah itu, dan upaya sedang dilakukan untuk merebut kembali lokasi itu," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tareq Arian kepada AFP.

Diberitakan, Taliban telah menguasai sebagian besar Afghanistan utara dalam beberapa pekan terakhir. Angkatan Udara Afghanistan berada di bawah tekanan berat bahkan sebelum serangan kilat Taliban menguasai posisi utara dan barat pemerintah.

Di Moskow, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa Taliban menguasai sekitar dua pertiga perbatasan Afghanistan-Tajik seiring delegasi Taliban mengakhiri kunjungan.

Negosiator Taliban Shahabuddin Delawar mengatakan, sekitar 85 persen wilayah Afghanistan berada di bawah kendali kelompok tersebut. Minggu ini lebih dari 1.000 tentara Afghanistan melarikan diri ke Tajikistan dalam menghadapi serangan Taliban.

Setelah Taliban mengklaim menguasai 85 persen wilayah Afghanistan, otoritas China juga mengevakuasi 210 warganya dari Afghanistan. WN China itu diangkut mskapai Xiamen Airlines yang melakukan penerbangan darurat untuk mengevakuasi warga China itu lepas landas dari ibu kota Kabul menuju kota Wuhan, Provinsi Hubei, pada 2 Juli lalu. Penerbangan itu membawa warga China yang terjebak di Afghanistan.

Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataannya mengonfirmasi bahwa warga yang dipulangkan juga termasuk pasien Corona. Otoritas China menyerukan agar semua warganya meninggalkan Afghanistan, tanpa menyebut lebih lanjut jadwal penerbangan evakuasi selanjutnya.

"Demi memastikan keselamatan warga China di Afghanistan, pemerintah China telah mengingatkan warganya di Afghanistan untuk meninggalkan negara itu sesegera mungkin dan memberikan bantuan yang dibutuhkan," demikian pernyataan departemen urusan konsuler pada Kementerian Luar Negeri China.

Selanjutnya WNI tinggalkan Afghanistan >>>