International Updates

4 Juta Orang Meninggal Akibat Corona di Dunia, Presiden Haiti Dibunuh

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 18:28 WIB
Jakarta -

Keganasan virus Corona terus merenggut nyawa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan lebih dari empat juta orang di seluruh dunia telah meninggal karena COVID-19. Ini disampaikan badan kesehatan PBB itu ketika banyak negara kaya bersiap untuk melonggarkan pembatasan, bahkan ketika negara-negara di Asia tengah memerangi infeksi yang melonjak.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (8/7/2021), jutaan orang menghadapi lockdown baru di seluruh Asia, dan Indonesia telah muncul sebagai hotspot global dengan tingkat kematian meningkat sepuluh kali lipat dalam sebulan ke rekor 1.040 kematian pada hari Rabu (7/7).

"Dunia berada pada titik berbahaya dalam pandemi ini," kata kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Rabu (7/7) waktu setempat, menyebut angka empat juta itu terlalu rendah dari jumlah sebenarnya.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (8/7/2021):

- Israel Kembali Hancurkan Desa Palestina di Tepi Barat

Otoritas Israel menghancurkan desa Khirbet Humsu yang ditinggali komunitas penggembala Bedouin di Tepi Barat. Penghancuran ini menjadi babak terbaru dalam upaya Israel menghilangkan desa-desa Palestina yang terdiri atas rumah-rumah sementara.

Seperti dilansir Associated Press, Kamis (8/7/2021), penghancuran yang dilakukan Israel ini membuat warga desa Palestina, yang mencari nafkah dengan menggembalakan 4.000 ekor domba, kehilangan tempat tinggal untuk kelima kalinya dalam setahun terakhir.

Uni Eropa sebelumnya membantu warga desa Palestina membangun kembali setelah Israel melakukan penghancuran.

Untuk penghancuran kali ini yang dilakukan pada Rabu (7/7) waktu setempat, Christopher Holt dari Konsorsium Perlindungan Tepi Barat menyebut sedikitnya 65 orang termasuk 35 anak kehilangan tempat tinggal.

- Roket dan Drone Ditembakkan ke Kedutaan-Militer AS di Irak dan Suriah

Tiga roket ditembakkan ke gedung Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Irak pada Kamis (8/7) pagi waktu setempat. Rentetan roket dan serangan drone lainnya juga dilaporkan menargetkan pangkalan militer AS di Irak dan Suriah.

Seperti dilansir AFP, Kamis (8/7/2021), militer Irak dalam pernyataannya menjelaskan bahwa Kedubes AS di Baghdad tidak secara langsung terkena serangan roket. Disebutkan bahwa serangan roket mengenai tiga lokasi di dekat Zona Hijau, area misi diplomatik asing, yang dijaga ketat di Baghdad.

Salah satu sumber yang dikutip Reuters menyebut bahwa sistem anti-roket yang terpasang pada kompleks Kedubes AS berhasil mengalihkan serangan roket. Sirene sempat berbunyi di kompleks diplomatik tersebut.

Belum ada kelompok maupun pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan roket ini.

- Militer AS Diam-diam Cabut dari Pangkalan Bagram, Ribuan Mobil Ditinggal

Pasukan militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan secara diam-diam meninggalkan pangkalan udara Bagram di Afghanistan pada dini hari tanpa memberitahu militer Afghanistan. Total ada 3,5 juta barang yang ditinggalkan begitu saja oleh militer AS, termasuk ribuan mobil dan ratusan kendaraan lapis baja.