Israel dan Korsel Sepakat Saling Bertukar Pasokan Vaksin Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 06 Jul 2021 10:13 WIB
A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty)
Ilustrasi -- Vaksin Corona buatan Pfizer-BioNTech (dok. AP/Oded Balilty)
Tel Aviv -

Israel dan Korea Selatan (Korsel) sepakat untuk saling bertukar pasokan vaksin virus Corona (COVID-19). Dalam kesepakatan itu, otoritas Israel akan menyalurkan sekitar 700.000 dosis vaksin Corona buatan Pfizer-BioNTech kepada Korsel, dan Korsel akan menyalurkan jumlah yang sama ke Israel nantinya.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (6/7/2021), kesepakatan yang tercapai antara Israel dan Korsel itu disampaikan oleh surat kabar Haaretz yang mengutip Perdana Menteri (PM) Israel, Naftali Bennett.

PM Bennett menuturkan bahwa pengiriman pasokan vaksin Corona dari Israel akan dimulai pada akhir Juli. Diketahui bahwa pasokan vaksin Pfizer-BioNTech yang disalurkan Israel ini sudah mendekati tanggal kedaluwarsa.

Sebagai bagian dari kesepakatan itu, sebut PM Bennett, Israel akan menerima jumlah dosis vaksin Pfizer-BioNTech yang sama pada September dan Oktober mendatang. Pasokan itu berasal dari vaksin Corona yang telah dipesan oleh Korsel.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Korsel enggan mengomentari laporan Haaretz.

Diketahui bahwa Korsel dengan cepat mendistribusikan vaksin Corona miliknya, namun berjuang untuk mendapatkan dosis vaksin yang cukup secara tepat waktu di tengah sulitnya mendapatkan pasokan global, terutama di kawasan Asia.

Pekan lalu, pemerintah Korsel menyampaikan harapan untuk bisa mencapai herd immunity lebih cepat daripada target pada November mendatang, dengan memvaksinasi setidaknya 70 persen dari total populasi minimum satu dosis vaksin yang kebanyakan jenis mRNA seperti Pfizer-BioNTech.

Sebelumnya, Israel mencapai kesepakatan serupa dengan Palestina pada pertengahan Juni lalu. Namun Otoritas Palestina kemudian membatalkan kesepakatan pertukaran vaksin Corona dengan alasan gagal memenuhi 'spesifikasi perjanjian' di mana pasokan vaksin dari Israel itu 'akan kedaluwarsa'.

(nvc/ita)