Putin Tak Setuju Vaksinasi Wajib Meski Kasus Corona Melonjak

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 17:44 WIB
Russian President Vladimir Putin listens during a meeting in the Kremlin, in Moscow, Russia, Thursday, Nov. 19, 2020. (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Jakarta -

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan dirinya tidak mendukung vaksinasi wajib di Rusia meskipun ada lonjakan infeksi virus Corona di negara itu dan tingkat inokulasi yang lamban.

"Saya tidak mendukung vaksinasi wajib," kata Putin dalam siaran telepon tahunannya di televisi seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (30/6/2021).

Ditanya apakah dia mendukung lockdown nasional baru, Putin mengatakan otoritas regional malah mempromosikan vaksinasi wajib lokal dan langkah-langkah lain untuk menghindari penerapan karantina baru.

Otoritas Rusia pada Rabu (30/6) pagi waktu setempat melaporkan 669 kematian akibat virus Corona selama 24 jam terakhir, rekor jumlah kematian harian untuk hari kedua berturut-turut.

Negara ini tengah bergulat dengan lonjakan kasus infeksi COVID-19 yang didorong oleh varian Delta yang sangat menular. Pihak berwenang Rusia harus berjuang untuk meyakinkan warga untuk divaksinasi.

Salah satu hotspot pandemi adalah kota Saint Petersburg, yang akan menjadi tuan rumah perempat final Euro di depan ribuan penggemar, banyak dari mereka terbang dari luar negeri untuk pertandingan tersebut.

Putin mengatakan pada hari Rabu ini, bahwa sekitar 23 juta orang Rusia telah menerima vaksin COVID-19, dan mengatakan vaksin buatan negara itu lebih baik daripada vaksin buatan asing, yaitu AstraZeneca dan Pfizer.

"Kita baik-baik saja," kata Putin.

Lihat Video: Kesibukan Rumah Sakit di Moskow Hadapi Lonjakan Pasien Covid-19

[Gambas:Video 20detik]