AS Gempur Milisi Pro-Iran di Irak dan Suriah, 5 Orang Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 28 Jun 2021 09:34 WIB
In this Nov. 8, 2017, file photo, U.S. Marines are stationed in Ain al-Asad air base in Iraq. Iran struck back at the United States for the killing of a top Iranian general early Wednesday, Jan. 8, 2020, firing a series of ballistic missiles at Iraqi bases housing U.S. troops in a major escalation that brought the two longtime foes closer to war. (AP Photo/Khalid Mohammed, File)
Ilustrasi -- Pangkalan udara Ain al-Assad di Irak yang menjadi markas militer AS (AP Photo/Khalid Mohammed, File)

Dalam pernyataan terpisah, kelompok pemantau konflik Syrian Observatory for Human Rights melaporkan bahwa serangan udara Israel itu menewaskan sedikitnya lima petempur milisi Irak yang didukung Iran.

"Setidaknya lima petempur milisi Irak yang didukung Iran tewas dan beberapa orang lainnya luka-luka dalam serangan oleh pesawat-pesawat tempur AS (di sisi Suriah dekat perbatasan Irak)," sebut Syrian Observatory dalam laporannya seperti dilansir AFP.

Syrian Observatory yang biasanya mengandalkan sumber jaringan di dalam wilayah Suriah untuk mengumpulkan informasi ini, menyatakan bahwa posisi militer termasuk di antara target yang diserang AS.

Kantor berita Suriah, SANA, melaporkan bahwa satu anak tewas dan sedikitnya tiga orang mengalami luka-luka akibat serangan udara AS itu.

Pentagon dalam pernyataannya menyebut fasilitas-fasilitas yang menjadi target serangan diketahui digunakan oleh kelompok-kelompok milisi seperti Kataeb Hezbollah dan Kataeb Sayyid Al-Shuhada -- dua faksi militer garis keras Irak yang memiliki hubungan dekat dengan Iran.

Salah satu fasilitas yang menjadi target, menurut seorang pejabat pertahanan AS, digunakan untuk meluncurkan drone.

"Fasilitas-fasilitas ini digunakan oleh milisi yang didukung Iran yang terlibat dalam serangan kendaraan udara tanpa awak (UAV) terhadap personel dan fasilitas AS di Irak," sebut juru bicara Pentagon, John Kirby.

Menurut pejabat AS kepada Reuters, militer AS melancarkan serangan udara dengan jet tempur F-15 dan F-16. Disebutkan juga bahwa para pilot jet tempur AS berhasil kembali dengan selamat dari misi tersebut.

"Kami memperkirakan setiap serangan mengenai target-target yang dimaksudkan," sebut pejabat AS yang enggan disebut namanya itu.

Otoritas AS meyakini Iran ada di balik serangkaian serangan drone canggih dan serangan roket terhadap para personel dan fasilitas AS di wilayah Irak, di mana militer AS membantu Irak memerangi sisa-sisa kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Dua pejabat AS yang enggan disebut namanya, menuturkan kepada Reuters bahwa milisi Irak pro-Iran melancarkan sedikitnya lima serangan drone terhadap fasilitas AS dan personel koalisi pimpinan AS di Irak sejak April lalu.


(nvc/ita)