Round-Up

Salahkan Pakaian Korban Perkosaan Bikin PM Pakistan Dihujani Kecaman

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 21:09 WIB
Konflik Kashmir: PM Pakistan Imran Khan anggap PBB bertanggung jawab jika sampai pecah perang dengan India
Foto: PM Pakistan (BBC World)
Pakistan -

Perdana Menteri (PM) Pakistan, Imran Khan, banjir kecaman usai berkomentar perihal pemerkosaan. Imran Khan dengan entengnya menyalahkan pakaian korban.

Dilansir AFP, Jumat (25/6/2021), Khan menuai kemarahan publik setelah melontarkan komentar kontroversial soal kasus pemerkosaan dengan menyalahkan para korban yang disebutnya memakai pakaian minim.

Mantan pemain kriket dan dikenal playboy ini melontarkan komentar kontroversial tersebut dalam acara televisi Axios. "Jika seorang wanita mengenakan pakaian minim, itu akan berdampak pada pria kecuali mereka robot. Itu nalar wajar," ucap Khan dalam komentar berbahasa Inggris ketika ditanya soal maraknya tindak kekerasan seksual dan pemerkosaan di Pakistan.

Khan tidak menjelaskan lebih lanjut apa yang dimaksudnya dengan 'sedikit pakaian' di negara yang sebagian besar wanitanya memakai pakaian konservatif. Intinya, dia menyebut cara wanita berpakaian mempengaruhi perilaku kaum pria dan langsung membuat publik berang, terlebih aktivis-aktivis wanita dan hak asasi manusia (HAM).

Belasan kelompok pejuang hak wanita, termasuk Komisi HAM Pakistan, merilis pernyataan gabungan pada Kamis (24/6) waktu setempat. Mereka menuntut permintaan maaf dari sang PM Pakistan.

"Ini secara berbahaya menyederhanakan dan hanya memperkuat persepsi umum dari publik bahwa wanita korban yang 'mengetahui' dan pria penyerang yang 'tidak berdaya'," demikian bunyi pernyataan gabungan tersebut.

"Ini memberikan impunitas kepada pelaku pemerkosaan, sodomi dan pelaku pencabulan," sebut kepala Institut Pendidikan dan Penelitian Buruh Pakistan, Karamat Ali, yang ikut menandatangani pernyataan gabungan itu.

Pada akhir pekan, aksi protes digelar di kota-kota besar seperti Karachi dan Lahore buntut komentar Khan. Awal tahun ini, Khan dituduh 'bodoh' oleh kelompok HAM ternama setelah dia menyarankan wanita untuk menutupi dirinya demi mencegah pemerkosaan. Tim media PM Pakistan bersikukuh komentar yang disampaikan dalam bahasa Urdu tersebut telah disalahpahami.

Korban tindak kekerasan seksual seringkali dipandang dengan kecurigaan dan laporan kriminal soal pemerkosaan sangat jarang diselidiki secara serius di Pakistan. Kebanyakan warga Pakistan hidup di bawah kode 'kehormatan' di mana wanita yang membawa 'rasa malu' pada keluarganya bisa menjadi sasaran tindak kekerasan atau pembunuhan oleh keluarganya sendiri.

Pakistan secara rutin menempati posisi sebagai salah satu tempat terburuk di dunia bagi kesetaraan gender.

"Membuat hati saya bergidik untuk memikirkan bagaimana banyak pemerkosaan merasa divalidasi pada hari ini dengan Perdana Menteri mendukung kejahatan mereka," sebut salah satu aktivis hak wanita, Kanwal Ahmed, dalam komentar via Twitter.

Unjuk rasa nasional pecah tahun lalu ketika seorang kepala kepolisian setempat menegur korban pemerkosaan bergiliran karena dia mengemudi pada malam hari tanpa pendamping pria. Wanita keturunan Prancis-Pakistan itu diserang di depan anak-anaknya setelah mobilnya kehabisan bahan bakar.

(maa/gbr)