Protes Insiden Kapal Perang di Laut Hitam, Rusia Panggil Dubes Inggris

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 13:20 WIB
FILE - This March 20, 2020 file photo shows HMS Defender in Portsmouth, England. The Russian military says its warship has fired warning shots and a warplane dropped bombs to force the British destroyer from Russias waters near Crimea in the Black Sea. The incident on Wednesday June 23, 2021, marks the first time since the Cold War era when Moscow used live ammunition to deter a NATO warship, reflecting soaring Russia-West tensions. (Ben Mitchell/PA via AP, File)
Rusia memprotes pelanggaran wilayah yang disebut dilakukan oleh kapal perang Inggris, HMS Defender (Ben Mitchell/PA via AP, File)
Moskow -

Kementerian Luar Negeri Rusia memanggil Duta Besar Inggris untuk menyampaikan 'protes keras' terhadap apa yang disebut sebagai pelanggaran wilayah oleh kapal perang Inggris.

Seperti dilansir AFP, Jumat (25/6/2021), perselisihan terbaru antara Rusia dan Inggris terjadi sejak Rabu (23/6) waktu setempat, setelah kapal perang Inggris, HMS Defender, berlayar di dekat Crimea di Laut Hitam. Rusia menuduh kapal perang Inggris itu melanggar wilayah perairannya.

Rusia mengklaim kapal militernya melepaskan tembakan peringatan dan pesawat pengebomnya menjatuhkan bom berdaya ledak tinggi di jalur kapal perang Inggris sebagai peringatan. Inggris membantah keras kapal melanggar wilayah Rusia dan menyangkal adanya tembakan peringatan yang dilepaskan ke kapalnya.

Rusia diketahui mencaplok Crimea dari Ukraina tahun 2014 dan mengklaim wilayah perairan di sekitar Semenanjung Crimea sebagai bagian dari wilayahnya. Kebanyakan negara, termasuk Inggris, tidak mengakui pencaplokan itu dan mendukung klaim Ukraina atas wilayah perairannya.

Dalam pernyataan pada Kamis (24/6) waktu setempat, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan pihaknya memanggil Duta Besar Inggris, Deborah Bronnet, dan menyampaikan 'protes keras' terhadap pelanggaran wilayah Rusia oleh kapal perang Inggris serta 'aksi provokatif dan berbahaya'.

"Jika terjadi pengulangan provokasi semacam itu, semua tanggung jawab untuk konsekuensi yang mungkin terjadi akan sepenuhnya berada di pihak Inggris," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dalam pernyataan terpisah menyebut insiden itu sebagai 'provokasi yang disengaja dan dipersiapkan'.

Lihat juga Video: Gudang Penyimpan 16,5 Ton Kembang Api di Rusia Terbakar, 4 Orang Terluka

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2