Aktivis Meninggal Tak Lama Setelah Ditangkap Pasukan Palestina

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 16:35 WIB
Palestinian flag and sky. Photo taken in the West Bank.
ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Joel Carillet)

Dia adalah kandidat untuk pemilihan legislatif Palestina yang tadinya akan diadakan pada bulan Mei, tetapi ditunda oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Investigasi atas kematian Banat telah dimulai.

Ditanya oleh AFP, pasukan keamanan Palestina menolak berkomentar.

Sebelumnya pada bulan Mei lalu, Uni Eropa menyuarakan "keprihatinannya" setelah pasukan keamanan Palestina menggerebek rumah Banat.

"Kekerasan terhadap politisi dan pembela hak asasi manusia tidak dapat diterima," kata perwakilan Uni Eropa untuk Palestina dalam sebuah pernyataan pada bulan Mei, menyerukan Otoritas Palestina untuk memastikan "penghormatan terhadap kebebasan berekspresi dan perlindungan aktivis hak asasi manusia".

Uni Eropa mengeluarkan keluhan serupa pada November 2020, setelah Banat menghabiskan empat hari dalam tahanan di Jericho, menyusul dirilisnya video yang mengkritik Otoritas Palestina.

Lihat juga video 'Sheikh Jarrah Masih Panas, Polisi Israel Lempar Granat Kejut ke Warga Palestina':

[Gambas:Video 20detik]




(ita/ita)