Aktivis Meninggal Tak Lama Setelah Ditangkap Pasukan Palestina

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 16:35 WIB
Palestinian flag and sky. Photo taken in the West Bank.
ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Joel Carillet)
Jakarta -

Seorang aktivis hak-hak Palestina meninggal tak lama setelah ditangkap oleh pasukan keamanan Otoritas Palestina di Tepi Barat.

Keluarganya melaporkan bahwa dia dipukuli sampai mati.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (24/6/2021), Gubernur Hebron, Jibrin al-Bakri mengatakan, Nizar Banat, dari kota Hebron di selatan Tepi Barat, seorang kritikus Otoritas Palestina, ditangkap dalam operasi yang dilancarkan pasukan keamanan Palestina.

"Menindaklanjuti ... ada perintah dari Kejaksaan untuk menangkap warga Nizar Khalil Muhammad Banat, pasukan keamanan menangkapnya saat fajar," kata Bakri, menurut pernyataan yang dibawa oleh kantor berita resmi WAFA.

Tidak ada alasan yang diberikan untuk penangkapannya.

Keluarga Banat menuduh pasukan keamanan "memukul kepalanya dengan tongkat kayu dan potongan besi" dan "dengan sengaja membunuhnya", kata mereka kepada Quds, sebuah situs berita Palestina.

"Saat ditangkap kesehatannya memburuk," kata Bakri tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.

"Dia segera dipindahkan ke rumah sakit pemerintah Hebron... setelah diperiksa oleh dokter, dia dinyatakan meninggal," imbuh Gubernur Hebron tersebut.

Banat dikenal karena video-videonya yang diposting di Facebook, di mana dia mencela laporan korupsi dari Otoritas Palestina.