China Serukan Penyelidikan Temuan Jasad 215 Anak di Kanada, Trudeau Marah

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 12:59 WIB
Canadian Prime Minister Justin Trudeau speaks during a debate about the discovery of remains of 215 children at the site of the Kamloops Indian Residential School, in the House of Commons, in Ottawa, Ontario, Tuesday, June 1, 2021. (Adrian Wyld/The Canadian Press via AP)
Justin Trudeau (dok. Adrian Wyld/The Canadian Press via AP)

Terkait kasus temuan jasad anak pribumi, Trudeau menegaskan bahwa komisi kebenaran dan rekonsiliasi Kanada telah bekerja dari tahun 2008-2015 untuk menangani penganiayaan masyarakat adat.

"Di mana komisi kebenaran dan rekonsiliasi China? Di mana kebenaran mereka? Di mana keterbukaan yang selalu ditunjukkan Kanada dan tanggung jawab yang diambil Kanada atas kesalahan mengerikan di masa lalu?" tanya Trudeau.

"China bahkan tidak mengakui bahwa ada masalah ... itulah mengapa warga Kanada dan orang-orang dari seluruh dunia mengangkat suara untuk orang-orang seperti Uighur," tegasnya kepada wartawan di Ottawa.

Sistem sekolah asrama yang berlaku di Kanada di masa lalu diketahui memicu pemisahan paksa antara anak-anak pribumi dengan keluarga mereka. Hal itu disebut mengarah pada 'genosida budaya' oleh komisi kebenaran dan rekonsiliasi Kanada dalam laporannya tahun 2015 lalu.


(nvc/idh)