Ogah Bertemu Biden, Presiden Baru Iran Tolak Rundingkan Rudal

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 13:18 WIB
Irans new President-elect Ebrahim Raisi speaks during his press conference in Tehran, Iran, Monday, June 21, 2021. Raisi said Monday he wouldnt meet with President Joe Biden nor negotiate over Tehrans ballistic missile program and its support of regional militias, sticking to a hard-line position following his landslide victory in last weeks election. (AP Photo/Vahid Salemi)
Ebrahim Raisi (AP Photo/Vahid Salemi)
Teheran -

Presiden terpilih Iran, Ebrahim Raisi, menunjukkan posisi garis keras dengan menolak untuk merundingkan program rudal balistik maupun dukungan Iran untuk milisi regional. Raisi juga secara tegas menolak untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden.

Seperti dilansir Arab News dan Associated Press, Selasa (22/6/2021), Raisi dalam konferensi pers pertama sejak memenangkan pemilu Iran pekan lalu, menjanjikan untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir Iran demi mengamankan pelonggaran sanksi-sanksi AS yang menghancurkan perekonomian Iran.

Namun dia mengesampingkan adanya pembatasan apapun terhadap kemampuan rudal Iran dan dukungan Iran untuk milisi regional -- di antara masalah lain yang dipandang oleh AS sebagai kekurangan dari kesepakatan nuklir yang ingin dibahas pemerintahan Biden.

"Itu tidak bisa dinegosiasikan," tegas Raisi merujuk pada program rudal balistik Iran.

Dia menambahkan bahwa AS 'wajib mencabut semua sanksi-sanksi yang menindas terhadap Iran'.

Lebih lanjut, Raisi menyatakan bahwa kebijakan luar negeri Iran tidak akan terbatas pada kesepakatan nuklir. "Semua sanksi-sanksi AS harus dicabut dan diverifikasi oleh Teheran," tegas Raisi dalam pernyataannya.

Sebelumnya, negara-negara Teluk menyatakan akan berbahaya untuk memisahkan pakta nuklir dari program rudal Iran dan perilaku 'mendestabilisasi' Iran di kawasan Timur Tengah.

Selanjutnya
Halaman
1 2