Presiden Baru Iran Akan Pulihkan Hubungan dengan Arab Saudi

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 11:23 WIB
Irans new President-elect Ebrahim Raisi waves to participants at the conclusion of his press conference in Tehran, Iran, Monday, June 21, 2021. Raisi said Monday he wouldnt meet with President Joe Biden nor negotiate over Tehrans ballistic missile program and its support of regional militias, sticking to a hard-line position following his landslide victory in last weeks election. (AP Photo/Vahid Salemi)
Ebrahim Raisi (AP Photo/Vahid Salemi)

Sejumlah sumber menuturkan kepada Reuters beberapa waktu lalu bahwa Iran berjanji untuk menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan serangan pemberontak Houthi terhadap Saudi, dan sebagai imbalannya meminta Saudi untuk mendukung perundingan nuklir Iran.

Raisi memenangkan pemilu Iran yang digelar pekan lalu, yang diwarnai jumlah pemilih terendah dalam sejarah negara Syiah tersebut. Jutaan warga Iran dilaporkan memilih tetap berada di rumah sebagai wujud protes atas pemungutan suara yang mereka anggap menguntungkan Raisi.

Sekitar 3,7 juta pemilih dilaporkan secara tidak sengaja atau secara sengaja membatalkan surat suara mereka -- jumlah yang lebih besar dibandingkan pemilu sebelumnya dan mengindikasikan mereka tidak mendukung satupun capres. Hasil resmi menetapkan Raisi memenangkan pemilu dengan meraup 17,9 juta suara, atau nyaris 62 persen dari total 28,9 juta suara yang masuk.

Kemenangan Raisi menempatkan kelompok garis keras dalam kendali pemerintahan Iran, saat perundingan di Wina terus berlanjut untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir Iran.

Simak video 'Presiden Terpilih Iran Ebrahim Raisi Ogah Bertemu Joe Biden':

[Gambas:Video 20detik]




(nvc/ita)