Peminat Vaksin Rendah, Duterte Ancam Bui Warga yang Tak Mau Divaksin Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 09:36 WIB
In this photo provided by the Malacanang Presidential Photographers Division, Philippine President Rodrigo Duterte wears a protective mask as he meets members of the Inter-Agency Task Force on the Emerging Infectious Diseases in Davao province, southern Philippines on Monday Sept. 21, 2020. Duterte says he has extended a state of calamity in the entire Philippines by a year to allow the government to draw emergency funds faster to fight the COVID-19 pandemic and harness the police and military to maintain law and order. (Albert Alcain/Malacanang Presidential Photographers Division via AP)
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (Foto: Albert Alcain/Malacanang Presidential Photographers Division via AP)
Manila -

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengancam akan memenjarakan warganya yang menolak untuk disuntik vaksin virus Corona (COVID-19). Ancaman ini disampaikan saat jumlah peminat vaksin Corona cenderung rendah di Filipina.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (22/6/2021), Filipina sejauh ini mencatat lebih dari 1,3 juta kasus Corona, dengan lebih dari 23.000 kematian, di wilayahnya.

"Anda pilih, vaksin atau saya akan memenjarakan Anda," cetus Duterte dalam pidato yang disiarkan televisi setempat pada Senin (21/6) waktu setempat, setelah sejumlah laporan menyebut rendahnya minat warga di beberapa tempat vaksinasi umum di ibu kota Manila.

Pernyataan Duterte itu bertentangan dengan pernyataan para pejabat kesehatan Filipina yang menyebut bahwa meskipun orang-orang didesak untuk menerima vaksin Corona, itu bersifat sukarela.

"Jangan salah paham, sedang ada krisis di negara ini. Saya hanya jengkel dengan warga Filipina yang tidak mematuhi pemerintah," ujar Duterte.

Tercatat hingga 20 Juni bahwa otoritas Filipina telah memvaksinasi sepenuhnya sekitar 2,1 juta orang di wilayahnya. Laju vaksinasi Corona di negara ini tergolong lambat menuju target pemerintah untuk memvaksinasi 70 juta orang -- dari total 110 juta jiwa populasinya -- sepanjang tahun ini.

Dalam pernyataannya, Duterte yang dikritik atas pendekatan kerasnya dalam mengatasi Corona ini juga menegaskan keputusannya untuk belum mengizinkan sekolah-sekolah buka kembali selama pandemi merajalela.

Simak juga 'Saat Momen Presiden Duterte Disuntik Vaksin Sinopharm':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)