Presiden Afghanistan Akan Temui Joe Biden Pasca Penarikan Pasukan AS

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 03:31 WIB
FILE - In this Sept. 28, 2019, file photo, Afghan President Ashraf Ghani speaks to journalists after voting at Amani high school, near the presidential palace in Kabul, Afghanistan. President Ghani said Tuesday, Nov. 12, his government has released three Taliban figures in effort to have the insurgents free an American and an Australian professor they abducted in 2017. (AP Photo/Rahmat Gul, File)
Ashraf Ghani (Foto: AP Photo/Rahmat Gul)
Kabul -

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, pasca penarikan pasukan militer AS dari Afghanistan. Pertemuan akan berlangsung pada Jumat (25/6).

"Kunjungan Presiden Ghani dan Dr. Abdullah Abdullah (kepala perdamaian Afghanistan) akan menyoroti kemitraan yang langgeng antara Amerika Serikat dan Afghanistan saat penarikan militer berlanjut," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki dalam sebuah pernyataan dilansir AFP, pada Minggu (20/6/2021).

Jen mengatakan Amerika Serikat berkomitmen untuk memberikan bantuan ekonomi dan kemanusiaan kepada masyarakat Afghanistan. Termasuk untuk anak-anak, wanita, serta minoritas.

Sebelumnya, Joe Biden memerintah pasukan AS untuk pergi dari Afghanistan menjelang peringatan 20 tahun serangan 11 September. Diketahui serangan 11 September yang meruntuhkan gedung World Trade Center memicu invasi pasukan AS ke Afghanistan.

President Joe Biden speaks about reaching 300 million COVID-19 vaccination shots, in the State Dining Room of the White House, Friday, June 18, 2021, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)Joe Biden (Foto: AP Photo/Evan Vucci)

Joe Biden bermaksud mengakhiri perang dengan Taliban. Namun, seiring pasukan AS yang mulai angkat kaki, Taliban melakukan serangan setiap hari.

Serangan dilancarkan terhadap pasukan pemerintah dan 40 distrik di Afghanistan diklaim telah berakhir dikuasai.

Hal ini membuat masyarakat Afghanistan ketakutan. Ketidakpastian masa depan membuat sejumlah warga memilih untuk meninggalkan Afghanistan.

Simak video 'Para Pengungsi Masih Ogah Pulang ke Afghanistan':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)