Kim Jong-Un: Korut Harus Siap untuk Dialog dan Konfrontasi dengan AS

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 13:46 WIB
FILE - In this Nov. 15, 2020, file photo provided by the North Korean government, North Korean leader Kim Jong Un attends a meeting of the ruling Workers Party Politburo in Pyongyang, North Korea. Kim ordered at least two people executed, banned fishing at sea and locked down capital Pyongyang as part of frantic efforts to guard against the coronavirus and its economic damage, South Korea’s spy agency told lawmakers Friday, Nov. 27, 2020.(Korean Central News Agency/Korea News Service via AP, File)
Kim Jong Un (Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP, File)
Pyongyang -

Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-Un, menyatakan negaranya perlu bersiap untuk 'dialog dan konfrontasi' dengan Amerika Serikat (AS) di bawah pimpinan Presiden Joe Biden.

Seperti dilansir AFP, Jumat (18/6/2021), dalam rapat pleno dengan komisi pusat Partai Buruh Korea pada Kamis (17/6) waktu setempat, Kim Jong-Un menguraikan strateginya untuk hubungan antara Korut dan AS dan 'kecenderungan kebijakan untuk pemerintahan AS yang baru'.

"(Kim Jong-Un) Menekankan perlunya bersiap baik untuk dialog dan konfrontasi, terutama untuk sepenuhnya siap bagi konfrontasi demi melindungi martabat negara kita," tegas Kim Jong-Un seperti dilaporkan kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA).

Kim Jong-Un juga menyebut bahwa persiapan diperlukan untuk secara kredibel menjamin 'lingkungan yang damai'.

Tidak hanya itu, menurut KCNA, Kim Jong-Un juga 'menyerukan secara tajam dan cepat bereaksi dan mengatasi situasi yang berubah dengan cepat dan memusatkan upaya-upaya untuk mengambil kendali yang stabil atas situasi di Semenanjung Korea'.

Korut telah menuduh pemerintah Biden mengupayakan 'kebijakan yang bermusuhan' dan menyebutnya sebagai 'kesalahan besar' saat dia menyatakan akan menghadapi ancaman program nuklir Korut 'melalui diplomasi serta pencegahan yang keras'.

Tahun 2019 lalu, Korut sempat melontarkan pernyataan kasar soal Biden seharusnya 'dipukuli dengan tongkat hingga tewas'.