Round-Up

Manuver China di Langit Taiwan dengan Aksi Puluhan Pesawat Militer

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 23:33 WIB
Pesawat pengebom H-6K milik militer China
Ilustrasi pesawat tempur China (Foto: Gao Fudi/chinamil)
Beijing -

China melakukan manuver dengan puluhan pesawat militer di langit Taiwan. Aksi China tersebut membuat panas suasana di wilayah itu.

Dilansir dari Reuters dan Channel News Asia, Rabu (16/6/2021), pemerintah Taiwan menyebut ada dua puluh delapan pesawat Angkatan Udara China, termasuk pesawat tempur dan pesawat pengebom berkemampuan nuklir yang memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan.

Hal itu terjadi pada Selasa (15/6) waktu setempat. Ini merupakan aksi militer terbesar China ke Taiwan sejauh ini.

Pemerintah China belum memberi komentar apapun terkait peristiwa tersebut. Meski demikian, aksi militer China ini muncul setelah para pemimpin G7 menegur China dan menggarisbawahi pentingnya stabilitas di selat Taiwan pada hari Minggu (13/6).

Taiwan merupakan wilayah yang diklaim oleh China. Pemerintah Taiwan juga telah mengeluhkan misi berulang Angkatan Udara China selama beberapa bulan terakhir yang terkonsentrasi di bagian barat daya zona pertahanan udaranya, tepatnya di dekat Kepulauan Pratas yang diklaim oleh Taiwan.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan misi terbaru China tersebut melibatkan 14 pesawat tempur J-16 dan enam J-11, serta empat pesawat pengebom H-6. Pemerintah Taiwan menyebut pesawat pengebom H-6 itu dapat membawa senjata nuklir. Selain itu, pemerintah Taiwan juga menyebut China mengerahkan pesawat peringatan dini dan anti-kapal selam.

Masuknya 28 pesawat tersebut merupakan penyusupan harian terbesar sejak pemerintah Taiwan secara teratur melaporkan kegiatan Angkatan Udara China di ADIZ Taiwan pada 2020. Aksi kali ini memecahkan rekor sebelumnya, yakni 25 pesawat yang dilaporkan pada 12 April 2021.

China Tolak Campur Tangan Asing soal Masalah Taiwan

Pemerintah China menegaskan pihaknya menolak segala campur tangan asing dalam masalah Taiwan. Beijing menyatakan pihaknya harus membuat tanggapan keras terhadap tindakan 'kolusi' seperti itu.

Juru bicara Kantor Urusan Taiwan China, Ma Xiaoguang, sempat memberi penjelasan apakah aksi militer China di kawasan Taiwan itu terkait dengan pernyataan G7 atau tidak. Dia mengatakan pemerintah Taiwan yang harus disalahkan atas ketegangan tersebut.

"Kami tidak akan pernah mentolerir upaya untuk mencari kemerdekaan atau intervensi serampangan dalam masalah Taiwan oleh kekuatan asing, jadi kami perlu membuat tanggapan yang kuat terhadap tindakan kolusi ini," kata Ma.

Kementerian Pertahanan Taiwan sendiri menyatakan pesawat-pesawat militer China itu tidak cuma terbang di daerah dekat Kepulauan Pratas. Pihak Taiwan menyebut pesawat pengebom dan beberapa pesawat tempur juga terbang di sekitar bagian selatan Taiwan di dekat ujung bawah pulau itu.

Aksi penyusupan ke wilayah Taiwan ini terjadi pada hari yang sama di mana Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengatakan sebuah kapal induk AS telah memasuki wilayah Laut China Selatan yang disengketakan.

(haf/haf)