Penabrak Mati Keluarga Muslim di Kanada Didakwa Terorisme

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 11:42 WIB
A police car passes the location where a family of five was hit by a driver, in London, Ontario, Monday, June 7, 2021. Four of the members of the family died and one is in critical condition. A 20-year-old male has been charged with four counts of first degree murder and count of attempted murder in connection with the crime. (Brett Gundlock/The Canadian Press via AP)
Lokasi serangan truk yang menewaskan keluarga Muslim di Ontario, Kanada (dok. Brett Gundlock/The Canadian Press via AP)
Ottawa -

Otoritas Kanada menjeratkan dakwaan terorisme terhadap seorang pria yang menabrak mati empat orang anggota keluarga Muslim di Ontario, dua pekan lalu. Perdana Menteri (PM) Justin Trudeau sebelumnya mengecam insiden itu sebagai 'serangan teroris'.

Seperti dilansir AFP, Selasa (15/6/2021), empat anggota keluarga Afzaal, yang terdiri atas ayah, ibu, anak remaja dan sang nenek, sedang pergi keluar berjalan santai di trotoar kota London, Ontario, pada 6 Juni lalu ketika sebuah truk menabrak mereka dengan sengaja.

Pengemudi truk itu, yang diidentifikasi sebagai Nathaniel Veltman (20), sebelumnya dijerat empat dakwaan pembunuhan berencana dan satu dakwaan percobaan pembunuhan. Pada Senin (14/6) waktu setempat, jaksa setempat mengungkapkan bahwa Veltman dijerat dakwaan tambahan, yakni dakwaan terorisme.

"Jaksa Agung federal dan provinsi memberikan persetujuan mereka untuk memulai proses terorisme, dengan mendakwa bahwa pembunuhan dan percobaan pembunuhan juga merupakan aktivitas teroris," demikian pernyataan Kepolisian Kanada usai persidangan.

Veltman yang tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya dan tidak terkait dengan kelompok ekstremis manapun, menuturkan via video link bahwa dirinya tidak memiliki pengacara. Dia juga belum menyerahkan pembelaannya dan dijadwalkan akan kembali disidang pada 21 Juni mendatang.

Seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun dari keluarga Afzaal berhasil selamat dari serangan truk itu, namun kondisinya mengalami luka serius.

"Pembunuhan ini bukan kecelakaan. Ini merupakan serangan teroris, dimotivasi kebencian, di jantung salah satu masyarakat kita," tegas Trudeau dalam pidatonya di parlemen Kanada beberapa waktu lalu.

Selanjutnya
Halaman
1 2