Peti Diselimuti Bendera Kanada, Keluarga Muslim Korban Pembunuhan Dimakamkan

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 11:56 WIB
People attend a memorial at the location where a family of five was hit by a driver, in London, Ontario, Monday, June 7, 2021. Four of the members of the family died and one is in critical condition. A 20-year-old male has been charged with four counts of first degree murder and count of attempted murder in connection with the crime. (Brett Gundlock/The Canadian Press via AP)
Warga Kanada turut berduka atas kematian keluarga muslim yang tertabrak truk pick-up (Foto: AP/Brett Gundlock)
Kanada -

Keluarga muslim Kanada yang menjadi korban penabrakan truk pick-up dimakamkan. Ratusan pelayat bergabung dalam upacara pemakaman untuk mengucapkan selamat tinggal kepada para korban yang disebut polisi tewas akibat serangan rasial.

Upacara pemakaman digelar di Kompleks Islamic Center of Southwest Ontario, Kanada pada Sabtu (12/6). Terlihat ada empat peti mati yang terbungkus bendera Kanada dalam prosesi yang diakhiri dengan doa dan belasungkawa yang disampaikan oleh para pemimpin agama dan masyarakat.

Usai satu jam prosesi pemakaman yang dihadiri ratusan orang, pemakaman dilanjutkan dengan pemakaman pribadi.

"Fakta bahwa peti mati mereka terbungkus bendera Kanada adalah kesaksian bahwa seluruh bangsa Kanada mendukung mereka," kata Komisaris Tinggi Pakistan untuk Kanada, Raza Bashir Tarar dalam pertemuan itu, seperti dilansir dari kantor berita Reuters, Minggu (13/6/2021)

Keempat korban, yang mencakup tiga generasi, tewas ketika Nathaniel Veltman (20) menabrak para korban saat sedang jalan-jalan sore di dekat rumah mereka. Anggota kelima keluarga tersebut, seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, berhasil selamat dan kini masih dalam pemulihan di rumah sakit.

Menurut polisi, serangan terhadap keluarga tersebut sudah direncanakan lantaran keyakinan Islam yang mereka anut.

Keluarga muslim tersebut diketahui pindah ke Kanada dari Pakistan sekitar 14 tahun yang lalu.

Serangan itu memicu kemarahan di seluruh Kanada, bahkan para politisi mengutuk kejahatan tersebut. Mereka juga mendorong seruan untuk mengambil tindakan guna menghentikan kejahatan rasial dan Islamofobia.

"Terlepas dari warna dan keyakinan, ekspresi emosi, doa, air mata dan pesan dari orang yang kita kenal dan dari orang yang sama sekali asing, telah menjadi langkah awal untuk menyembuhkan," kata Ali Islam, paman dari pihak ibu Madiha Salman, salah satu korban, saat prosesi pemakaman.

Veltman, yang kembali ke pengadilan pada hari Senin (14/6), menghadapi empat tuduhan pembunuhan tingkat pertama dan satu percobaan pembunuhan.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebut pembunuhan itu sebagai "serangan teroris" dan bersumpah untuk menekan kelompok sayap kanan dan kebencian online.

Simak video 'Satu Keluarga Muslim Dibunuh, PM Kanada: Islamofobia Itu Nyata':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/knv)