Kapal Perang AS Masuki Laut Hitam Saat Perbatasan Ukraina-Rusia Memanas

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 03:26 WIB
The US Navy guided-missile destroyer USS Lassen sails in the Pacific Ocean in a November 2009 photo provided by the U.S. Navy. The U.S. Navy sent a guided-missile destroyer within 12 nautical miles of artificial islands built by China in the South China Sea on October 27, 2015, a U.S. defense official said, in a challenge to Chinas territorial claims in the area. The official said the USS Lassen was sailing near Subi and Mischief reefs in the Spratly archipelago, features that were submerged at high tide before China began a massive dredging project to turn them into islands in 2014.  REUTERS/US Navy/CPO John Hageman/Handout via Reuters ATTENTION EDITORS - FOR EDITORIAL USE ONLY. NOT FOR SALE FOR MARKETING OR ADVERTISING CAMPAIGNS. THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. IT IS DISTRIBUTED, EXACTLY AS RECEIVED BY REUTERS, AS A SERVICE TO CLIENTS      TPX IMAGES OF THE DAY
Ilustrasi (Foto: REUTERS/US Navy/CPO John Hageman/Handout via Reuters)
Jakarta -

Sebuah kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) melintasi Bosphorus dan memasuki laut hitam pada Jumat waktu setempat. Kapal itu datang saat ketegangan di perbatasan Ukraina dan Rusia memanas.

Dilansir AFP, Sabtu (12/6/2021) kedatangan kapal perang AS itu dilaporkan saat Presiden AS, Joe Biden bertemu dengan para pimpinan Barat pada KTT G7 di Inggris.

Biden kemudian akan melakukan perjalanan ke Brussel untuk pertemuan NATO yang kemungkinan akan sangat fokus pada ancaman yang ditimbulkan oleh Rusia.

Biden akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Rabu di Jenewa. Salah satu pembicaraan adalah agresi di Ukraina.

"Kami berdiri bersatu untuk mengatasi tantangan Rusia terhadap keamanan Eropa, dimulai dengan agresi di Ukraina," tulis Biden di The Washington Post sebelum memulai perjalanan luar negeri pertamanya.

Biden adalah ujung tombak Washington di Ukraina ketika dia menjadi wakil presiden Barack Obama, mendukung upayanya untuk melepaskan diri dari pengaruh Kremlin setelah revolusi 2014 menggulingkan pemerintahan yang didukung Moskow.

AS secara berkala mengirimkan kapal perang ke wilayah Laut Hitam untuk menunjukkan dukungannya kepada Ukraina. Hal itu seringkali menuai protes dari Rusia.

Washington telah memberi tahu Turki bahwa mereka mungkin mengirim dua kapal perang melalui Bosphorus pada pertengahan April, ketika Rusia telah membangun kehadiran militernya di sepanjang perbatasan Ukraina dan di Krimea, yang dicaploknya pada 2014.

Kapal-kapal itu tidak pernah dikirim, karena Rusia menarik kembali pasukannya dan ketegangan mereda.

(lir/lir)