Pengadilan Belanda Lacak Rudal BUK yang Jatuhkan Penerbangan MH17

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 15:36 WIB
Kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH17 sisakan luka bagi penerbangan dunia. Proses peradilan 4 tersangka jatuhnya pesawat itu masih berlangsung hingga kini.
bangkai pesawat MH17 (Foto: AP Photo/Peter Dejong)
Jakarta -

Persidangan kasus penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 terus digelar di pengadilan Belanda. Di pengadilan terungkap bahwa orang-orang yang dituduh terlibat dalam penembakan jatuh penerbangan MH17 di atas Ukraina timur pada tahun 2014 itu, memindahkan baterai rudal BUK kembali ke Rusia.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (11/6/2021), hakim telah memeriksa rute yang diambil oleh sistem rudal darat-udara yang menghancurkan Boeing 777 pada 17 Juli 2014, menewaskan semua 298 orang di dalamnya, termasuk 196 warga negara Belanda.

Penyelidik mengatakan baterai rudal dikerahkan di dekat kota Pervomayski, yang dikendalikan oleh kelompok separatis Ukraina.

Komunikasi yang disadap menunjukkan strategi pertahanan dengan cepat dirancang setelah pesawat itu ditembak jatuh, yang menurutnya telah ditabrak oleh jet tempur Ukraina, yang kemudian ditembak jatuh oleh rudal Rusia.

Tiga warga negara Rusia Oleg Pulatov, Igor Girkin dan Sergei Dubinsky, dan satu warga Ukraina Leonid Kharchenko didakwa melakukan pembunuhan setelah pesawat itu ditembak jatuh dalam penerbangan rutin dari Amsterdam, Belanda ke Kuala Lumpur, Malaysia.

Rudal itu diyakini berasal dari Brigade Rudal Anti-Pesawat ke-53 milik militer Rusia yang berbasis di Kursk, tidak jauh dari perbatasan dengan Ukraina.

Pulatov, satu-satunya terdakwa yang diwakili di persidangan, mengatakan kepada pengacaranya bahwa referensi ke sistem "BUK" dalam percakapan yang disadap dimaksudkan untuk menipu pasukan musuh.