China Loloskan UU Tangkal Sanksi-sanksi Asing

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 18:35 WIB
Undang-undang keamanan nasional Hong Kong disahkan Parlemen China, Selasa (30/6). Disahkannya UU kontroversial itu picu gelombang aksi pro-kontra dari warga.
Ilustrasi (dok. AP Photo)
Beijing -

China meloloskan undang-undang (UU) yang akan menangkal sanksi-sanksi asing yang dijatuhkan kepada negara ini. Hal ini diputuskan saat China berjuang meredakan tekanan dari Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa terkait perdagangan, teknologi, masalah Hong Kong dan Xinjiang.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (10/6/2021), para pakar menilai bahwa UU baru ini akan menjadi sarana legal terbaru dan paling luas bagi China untuk membalas setiap sanksi asing, juga dimaksudkan untuk memberikan lebih banyak legitimasi dan prediktabilitas dalam langkah-langkah pembalasan dari China.

Namun perusahaan-perusahaan asing merasa khawatir dengan dampaknya terhadap investasi asing.

Laporan televisi nasional China, CCTV, menyebut UU itu diloloskan oleh komisi tetap Kongres Rakyat Nasional (NPC) -- badan legislatif tinggi China -- pada Kamis (10/6) waktu setempat. Namun isi detail dari UU itu belum dirilis ke publik.

Diketahui bahwa semua wakil ketua dari komisi tetap NPC, yang berjumlah 14 orang, kini berada di bawah sanksi Amerika Serikat (AS) karena meloloskan UU Keamanan Nasional tahun lalu, yang dinilai oleh para pengkritik telah melumpuhkan kebebasan politik di Hong Kong. China menegaskan bahwa UU Keamanan Nasional diperlukan untuk memulihkan stabilitas di Hong Kong.

Pada November tahun lalu, Presiden Xi Jinping menyerukan Partai Komunis yang berkuasa di China untuk menggunakan cara-cara hukum untuk membela kedaulatan, keamanan dan kepentingan China dari pihak-pihak asing.

NPC menyatakan dalam laporan kinerja tahunan pada Maret lalu bahwa pihaknya ingin 'memperbarui sarana legal' untuk mengatasi risiko dari sanksi-sanksi dan campur tangan asing.

Selanjutnya
Halaman
1 2