Dua Karyawan Pertambangan China Diculik Orang Bersenjata di Nigeria Barat

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 01:24 WIB
Ingin Ada Perang Baru, Serdadu AS Rencanakan
Ilustrasi (Foto: DW (News)
Nigeria -

Orang-orang bersenjata telah menculik dua karyawan China dari sebuah perusahaan pertambangan di daerah rawan di dekat perbatasan barat Niger dengan Mali dan Burkina Faso, kata gubernur daerah itu, Senin.

"Dua warga negara China diculik... oleh orang-orang bersenjata di Mbanga," kata gubernur wilayah Tillaberi Tidjani Ibrahim Katiella, seperti dilansir AFP, Selasa (8/6/2021).

Zona tiga perbatasan antara negara-negara Sahel dilanda serangan dari kelompok-kelompok jihad yang terkait dengan al-Qaeda atau Negara Islam.

Gubernur mengatakan identitas dan jumlah orang di balik penculikan hari Minggu tidak diketahui.

Dia menambahkan bahwa dua karyawan China yang diculik itu memiliki izin untuk mencari emas dan telah menerima peringatan dari kelompok bersenjata untuk meninggalkan daerah itu. Tetapi keduanya menolak untuk pulang.

China memperkuat hubungan ekonominya dengan Niger pada tahun 2006 melalui eksplorasi uranium, emas dan minyak.

Terakhir kali seorang warga negara China diculik adalah pada 6 Juli 2007.

Seorang karyawan China Nuclear Engineering and Construction Corporation (CNEC) yang melakukan pekerjaan eksplorasi uranium di utara diculik oleh kelompok pemberontak Tuareg, Gerakan Niger untuk Keadilan (MNJ).

MNJ mengatakan kepada AFP pada saat itu bahwa penculikan itu merupakan "ultimatum kepada perusahaan-perusahaan China yang bekerja sama dengan tentara Niger".

Beberapa warga negara asing lainnya telah diculik di Mali dalam satu dekade terakhir, termasuk empat warga negara Prancis pada 2010 yang dibebaskan tiga tahun kemudian, dan seorang pekerja LSM Jerman pada 2018 di Tillaberi yang tidak pernah ditemukan.

Niger yang terkurung daratan menghadapi serangan oleh kelompok jihad Nigeria Boko Haram dari tenggara, dan kelompok IS dan al-Qaeda dari perbatasan barat dengan Mali.

Pada 21 Maret, beberapa dusun di wilayah Tahoua yang berbatasan dengan Tillaberi dilanda serangan terkoordinasi yang menewaskan 141 orang -- serangan jihadis yang diduga paling mematikan di Niger dalam beberapa tahun terakhir.

Simak juga 'Diculik Pemulung, Bocah di Sukabumi yang Hilang 46 Hari Ditemukan':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/eva)