PBB Optimis Taklukkan AIDS pada 2030

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 04 Jun 2021 03:33 WIB
Hari AIDS Sedunia, Ini 5 Pantangan Makan Penderita HIV/AIDS
Ilustrasi (Foto: iStock)
Jenewa -

Empat puluh tahun sejak kasus AIDS pertama dilaporkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa pihaknya sangat optimis bahwa human immunodeficiency virus (HIV), virus yang menyebabkan penyakit tersebut dapat dikalahkan pada tahun 2030.

Dilansir AFP, Jumat (4/6/2021) Badan UNAIDS mengatakan setidaknya 40 negara berada pada jalur untuk mencapai penurunan 90 persen kematian terkait AIDS pada tahun 2030. Sembilan di antaranya termasuk negara di Afrika timur dan selatan.

Dalam sebuah laporan, Program Gabungan PBB tentang HIV dan AIDS mengatakan bahwa 37,6 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV pada tahun 2020. Dari total itu, sebanyak 27,4 juta menerima pengobatan atau lebih dari tiga kali lipat 7,8 juta pada tahun 2010.

UNAIDS mengatakan peluncuran pengobatan yang terjangkau dan berkualitas diperkirakan telah mencegah 16,2 juta kematian sejak 2001.

Selama satu dekade, jumlah kematian terkait AIDS turun 43 persen menjadi 690.000 pada tahun 2020. UNAIDS menyebut sebagian besar karena peluncuran terapi antiretroviral.

Tetapi kemajuan dalam mengurangi infeksi HIV baru lebih lambat, yaitu turun 30 persen sejak 2010, dengan 1,5 juta orang baru terinfeksi virus tahun lalu dibandingkan dengan 2,1 juta pada 2010.

UNAIDS mengatakan bahwa penyakit terkait AIDS tetap menjadi penyebab utama kematian di antara wanita berusia 15 hingga 49 tahun di Afrika sub-Sahara.

Enam dari tujuh infeksi HIV baru di kalangan remaja berusia 15 hingga 19 tahun di wilayah tersebut adalah di antara anak perempuan.

Direktur eksekutif UNAIDS Winnie Byanyima mengatakan dia "sangat optimis" bahwa target 2030 dapat dipenuhi.

"Negara-negara berkinerja tinggi telah memberikan jalan bagi orang lain untuk mengikuti," kata Byanyima kepada wartawan.

"Kami meminta pemerintah untuk fokus pada ketidaksetaraan yang menghentikan orang mengakses layanan. Jika mereka dapat menutup kesenjangan tersebut untuk kelompok tertentu yang paling berisiko, kita dapat mengakhiri AIDS pada tahun 2030," tambahnya.