WHO: Nyaris 200 Ribu Warga Palestina Butuh Bantuan Kesehatan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 12:58 WIB
Mahmoud Al-Masri, 14, stands for a portrait in his bedroom that was damaged when an airstrike destroyed the neighboring building prior to a cease-fire that halted an 11-day war between Gazas Hamas rulers and Israel, Wednesday, May 26, 2021, in Beit Hanoun, Gaza Strip. (AP Photo/John Minchillo)
kerusakan di Gaza akibat serangan udara Israel (Foto: AP/John Minchillo)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan adanya "kebutuhan kesehatan yang mengejutkan" di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki setelah konflik bulan lalu antara Israel dan kelompok Hamas.

"WHO meningkatkan tanggapannya untuk memberikan bantuan kesehatan bagi hampir 200.000 orang yang membutuhkan di seluruh Wilayah Palestina yang diduduki (OPT)," yang termasuk Tepi Barat, kata kantor regional Mediterania Timur WHO dalam sebuah pernyataan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (3/6/2021).

"Situasinya tidak menentu. WHO tetap prihatin ... dan menyerukan akses tanpa hambatan untuk pasokan dan staf penting yang terkait dengan kemanusiaan dan pembangunan ke Gaza dan rujukan pasien keluar dari Gaza kapan pun diperlukan," kata Rik Peeperkorn dari WHO.

Bulan lalu, ketegangan antara Israel dan Palestina meningkat menjadi baku tembak selama 11 hari dari Gaza dan serangan udara Israel.

Serangan Israel di Gaza tersebut menewaskan 254 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak.

Adapun serangan roket dari Gaza merenggut 12 nyawa di Israel, termasuk satu anak, seorang remaja dan seorang tentara Israel.

"Lebih dari 77.000 orang mengungsi dan sekitar 30 fasilitas kesehatan rusak dalam konflik itu," demikian pernyataan WHO.

Israel telah memberlakukan blokade darat dan laut di Gaza sejak Hamas merebut kendali pada 2007 atas wilayah miskin dan berpenduduk padat yang merupakan rumah bagi sekitar dua juta warga Palestina tersebut.

"Kehidupan warga Palestina memburuk, banyak orang yang terkena dampak konflik sangat membutuhkan bantuan dan menghadapi ancaman kesehatan lainnya seperti COVID19," kata Peeperkorn.

WHO bulan lalu menyatakan pihaknya meluncurkan permohonan dana sebesar US$ 7 juta untuk membantu menopang operasi kesehatannya di wilayah Palestina, tetapi hanya menerima US$ 2,3 juta.

Simak video 'Isaac Herzog Jadi Presiden Israel Generasi Kedua':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)