Blogger China Dibui karena Cemarkan Nama Baik Tentara yang Tewas

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 01 Jun 2021 17:03 WIB
Ilustrasi sidang (Reuters)
ilustrasi (Foto: Reuters)
Jakarta -

Otoritas China telah memenjarakan seorang blogger populer karena "mencemarkan nama baik para martir". Hukuman ini dijatuhkan setelah dia mengatakan jumlah korban tewas dalam bentrokan perbatasan China-India tahun lalu lebih tinggi daripada angka resmi 4 korban jiwa.

Qiu Ziming -- dengan lebih dari 2,5 juta pengikut di Weibo yang mirip Twitter -- dijatuhi hukuman delapan bulan penjara. Demikian putusan pengadilan di kota Nanjing, China timur pada Selasa (1/6) seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (1/6/2021).

Dia adalah orang pertama yang dipenjara di bawah ketentuan baru hukum pidana China yang melarang "penghinaan terhadap para martir dan pahlawan".

Setelah berbulan-bulan diam, militer China pada Februari lalu mengatakan empat tentara tewas dalam pertempuran Juni lalu dengan pasukan India di Lembah Galwan yang disengketakan.

Itu adalah konflik perbatasan terburuk antara China dan India dalam beberapa dekade.

Dalam posting media sosial, Qiu menyebut bahwa jumlah kematian sebenarnya mungkin lebih tinggi dari jumlah resmi.

Dia juga mengatakan bahwa seorang komandan selamat "karena dia adalah perwira tertinggi di sana" - sebuah komentar yang membuat jengkel para pejabat.

Simak juga video 'China Kini Izinkan Warganya Punya 3 Anak':

[Gambas:Video 20detik]