Kajian Pemerintah AS Sebut Vaksin Efektif 99,99 Persen Cegah COVID-19

ADVERTISEMENT

Kajian Pemerintah AS Sebut Vaksin Efektif 99,99 Persen Cegah COVID-19

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 16:54 WIB
AS mulai melakukan uji coba vaksin virus Corona pada manusia. Dibutuhkan waktu hingga beberapa bulan ke depan hingga vaksin itu dapat tersedia untuk umum.
Ilustrasi (dok. AP Photo/Ted S. Warren)
Washington DC -

Hasil kajian pemerintah Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi efikasi tinggi dari suntikan vaksin virus Corona (COVID-19). Disebutkan kajian tersebut bahwa hanya sekitar 0,01 persen orang yang terinfeksi Corona antara Januari-April setelah divaksinasi secara penuh.

Seperti dilansir AFP dan The Star, Senin (31/5/2021), laporan yang dirilis Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau CDC itu mencatat apa yang disebut kasus-kasus 'terobosan' di antara 101 juta orang yang telah disuntik vaksin Corona sepenuhnya di AS.

"Meskipun vaksin-vaksin yang disetujui FDA (regulator obat-obatan AS) sangat efektif, kasus-kasus terobosan telah diperkirakan, khususnya sebelum kekebalan populasi mencapai level yang cukup untuk lebih lanjut menurunkan penularan," demikian bunyi laporan CDC itu.

Kajian itu dilakukan dalam periode 1 Januari hingga 30 April lalu.

Dalam kajian itu, total 10.262 kasus penularan Corona tercatat dalam 14 hari atau lebih setelah dosis vaksin terakhir disuntikkan. Kajian itu berlaku untuk vaksin Corona yang disetujui Otoritas Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) seperti vaksin Pfizer-BioNTech, vaksin Moderna dan vaksin Johnson & Johnson.

Dari kasus-kasus tersebut, sebanyak 6.446 kasus (63 persen) terdeteksi pada jenis kelamin perempuan dan usia rata-rata pasien adalah 58 tahun.

Di antara jumlah total kasus terobosan itu, sebanyak 2.725 kasus (27 persen) merupakan kasus Corona tanpa gejala atau asymptomatic, kemudian sebanyak 706 kasus (7 persen) di antaranya dirawat di rumah sakit dan sekitar 132 orang (1 persen) meninggal karena alasan terkait COVID-19.

Dengan kata lain, angka penularan kasus terobosan ini disebutkan mencapai sekitar 0,01 persen, dengan kasus rawat inap mencapai sekitar 0,0007 persen dan kematian mencapai 0,0001 persen.

Simak juga video 'Joe Biden Desak Intel AS Selidiki Asal Corona':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT