Warga AS hingga Jepang Diizinkan Masuk Arab Saudi Mulai 30 Mei

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 29 Mei 2021 23:21 WIB
A Saudi Arabian flag flies on Saudi Arabias consulate in Istanbul on October 4, 2018. - Jamal Khashoggi, a veteran Saudi journalist who has been critical towards the Saudi government has gone missing after visiting the kingdoms consulate in Istanbul on October 2, 2018, the Washington Post reported. (Photo by OZAN KOSE / AFP)
Foto: Bendera Arab Saudi (AFP/OZAN KOSE)
Riyadh -

Pemerintah Arab Saudi mengizinkan masuknya pelancong dari 11 negara mulai dari 30 Mei. Hal ini menyusul penangguhan karena pandemi COVID-19 menurut keputusan resmi Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.

Seperti dilansir Saudi Gazette dan Arab News, Sabtu (29/5/2021), daftar negara tersebut antara lain Uni Emirat Arab (UEA), Jerman, Amerika Serikat (AS), Irlandia, Italia, Portugal, Inggris, Swedia, Swiss, Prancis, dan Jepang, dengan syarat menerapkan prosedur karantina kelembagaan setibanya di Arab Saudi.

Sumber tersebut mengatakan keputusan ini diambil berdasarkan laporan Otoritas Kesehatan Masyarakat mengenai situasi epidemiologi di sejumlah negara yang sudah dideklarasikan menunjukkan stabilitas dan efektivitas pengendalian pandemi.

Pada Februari lalu, pihak berwenang Arab Saudi telah melarang masuknya pelancong dari negara-negara ini kecuali warga negara Arab Saudi, diplomat, profesional kesehatan, dan keluarga mereka.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi sebelumnya mengatakan bahwa semua pengunjung yang tidak divaksinasi yang berasal dari negara-negara yang tidak menghadapi larangan perlu masuk ke karantina institusional setibanya mereka di Arab Saudi, hal ini sebagai bagian dari langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran COVID-19.

Langkah tersebut wajib bagi semua pelancong yang tidak divaksinasi untuk mematuhi prosedur karantina institusional selama 7 hari dan mendapatkan dokumen asuransi kesehatan yang valid untuk menutupi risiko COVID-19.

Karantina institusional diberlakukan di bawah fasilitas pengawasan otoritas kesehatan dan bukan karantina rumah. Para pelancong yang tidak divaksinasi juga harus menjalani tes PCR pada hari pertama dan ketujuh kedatangan mereka.

Sementara Kerajaan Arab Saudi secara resmi mencabut penangguhan warga yang bepergian ke luar negeri pada 17 Mei lalu. Kerajaan Arab Saudi telah memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke 13 negara tanpa izin karena keadaan keamanan dan ketidakstabilan di sejumlah negara, dan juga berlanjutnya pandemi COVID-19.

Negara-negara yang disarankan untuk tidak dikunjungi oleh warga Saudi adalah Afghanistan, Armenia, Belarusia, Republik Demokratik Kongo, India, Iran, Lebanon, Libya, Somalia, Suriah, Turki, Venezuela, dan Yaman.

(rfs/rfs)