Arab Saudi Gagalkan Serangan Houthi di Laut Merah

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 10:25 WIB
FILE - In this Sept. 21, 2019, file photo, Shiite Houthi tribesmen hold their weapons as they chant slogans during a tribal gathering showing support for the Houthi movement, in Sanaa, Yemen. The United Nations Human Rights Office of the High Commissioner replaced its chief in Yemen, Elobaid Ahmed Elobaid, nearly nine months after the Houthis who control northern Yemen denied him entry, documents dated Tuesday, June 9, 2020 obtained by The Associated Press show. (AP Photo/Hani Mohammed, File)
Ilustrasi -- Pemberontak Houthi di Yaman (AP Photo/Hani Mohammed, File)
Riyadh -

Angkatan Laut Arab Saudi mengklaim berhasil menggagalkan serangan kelompok pemberontak Houthi di Laut Merah bagian selatan. Sebuah kapal yang dipasangi peledak untuk dijadikan 'ranjau' di perairan Laut Merah berhasil dihancurkan oleh koalisi pimpinan Saudi.

Seperti dilansir Arab News, Selasa (25/5/2021), serangan Houthi yang didukung Iran itu digagalkan pada Senin (24/5) waktu setempat.

Koalisi pimpinan Saudi melawan Houthi di Yaman menyebut kelompok pemberontak itu terus mengancam jalur pelayaran dan perdagangan global. Disebutkan juga bahwa Houthi memanfaatkan Perjanjian Stockholm sebagai dalih untuk melancarkan serangan dari pelabuhan Hodeidah.

Serangan yang direncanakan Houthi itu dikecam oleh sekretaris jenderal Organisasi Kerja Sama Islam, Youssef Al-Othaimeen dan Uni Emirat Arab (UEA).

Kementerian Luar Negeri UEA 'menganggap serangan itu sebagai bukti baru dari upaya milisi Houthi merusak keamanan dan stabilitas di kawasan'.

Sedangkan Parlemen Arab mengecamnya sebagai 'serangan jahat' dan memperingatkan bahwa Houthi terus mengancam jalur pelayaran maritim dan perdagangan global di Laut Merah.

Diserukan Parlemen Arab bahwa komunitas internasional dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) harus mengambil 'sikap tegas untuk menangkal praktik teroris semacam ini'. Disebutkan juga bahwa Iran memainkan peran mendasar dalam memasok persenjataan dan rudal ke Houthi.

Pakar keamanan menuturkan kepada Arab News bahwa teknologi militer Iran, khususnya drone, menjadi ancaman yang berkembang untuk AS dan sekutunya di Teluk, termasuk Saudi.

Hotuhi sering menggunakan 'amunisi yang berkeliaran', juga dikenal sebagai drone bunuh diri, terhadap infrastruktur sipil dan militer Saudi, yang tampaknya menyertakan komponen yang sangat didasarkan pada desain Iran.

(nvc/ita)