Bertambah, 21 Pelari Tewas Saat Lomba di China Imbas Cuaca Ekstrem

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 23 Mei 2021 11:42 WIB
Ilustrasi Yeti
Ilustrasi (Foto: iStock)
Gansu -

Korban cuaca ekstrem yang melanda di tengah perlombaan lari gunung lintas negara di China bertambah. Kini ada 21 peserta lomba yang dilaporkan tewas.

Seperti dilansir AFP, Minggu (23/5/2021), para pelari tewas usai terjadi hujan es dan angin kencang yang melanda hutan dekat Kota Baiyin, Provinsi Gansu.

Seorang pelari yang hilang akhirnya berhasil ditemukan pada pukul 09:30 waktu setempat dengan kondisi sudah kehilangan tanda-tanda vitalnya.

"Ini menunjukkan bahwa insiden ini menyebabkan total 21 kematian," kata CCTV. Sebelumnya pejabat setempat mengkonfirmasi 20 kematian dan satu orang hilang.

Wali Kota Baiyin, Zhang Xuchen, mengatakan bahwa bagian dari jalur ultramaraton - antara kilometer 20 hingga 31 - tiba-tiba terpengaruh oleh cuaca buruk.

"Dalam waktu singkat, hujan es tiba-tiba turun di daerah setempat, dan ada angin kencang. Suhunya turun tajam," kata Zhang.

Tak lama setelah menerima pesan bantuan dari beberapa peserta, penyelenggara marathon memberangkatkan tim penyelamat yang berhasil menyelamatkan 18 dari 172 peserta.

Pada Sabtu (22/5) sekitar pukul 2 siang waktu setempat, kondisi cuaca memburuk dan perlombaan segera dibatalkan. Otoritas setempat mengirim lebih banyak petugas penyelamat untuk membantu.

Kantor berita negara Xinhua melaporkan bahwa beberapa pelari menderita hipotermia akibat cuaca ekstrem. Ada delapan orang yang kini sedang dirawat karena luka ringan di rumah sakit dan dalam kondisi stabil.

Rekaman video yang disiarkan di media pemerintah menunjukkan beberapa peserta maraton berhasil dievakuasi dengan tandu oleh petugas penyelamat. Pencarian dan evakuasi jadi lebih sulit karena suhu pegunungan turun drastis dalam waktu semalam.

Lihat juga Video: Sah! WHO Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Sinopharm

[Gambas:Video 20detik]





(izt/imk)