Round-Up

Israel Masih Gempur Palestina Saat Gencatan Senjata Baru Disepakati

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 22 Mei 2021 20:02 WIB
Israeli security forces and Palestinian Muslim worshippers clash in Jerusalems al-Aqsa mosque compound, the third holiest site of Islam, on May 21, 2021. - Fresh clashes between Palestinians and Israeli police broke out at Jerusalems Al-Aqsa mosque compound today, in the latest unrest at the sensitive religious site, AFP journalists and police said. Israeli police spokesman Micky Rosenfeld said officers were targeted by Palestinians who threw stones and had begun
Foto: Polisi Israel serang warga Palestina pada 21 Mei 2021 lalu (AFP/AHMAD GHARABLI)
Gaza City -

Israel dan Palestina menyepakati gencatan senjata usai berhari-hari melakukan aksi saling serang. Namun, tak lama setelahnya polisi Israel kembali menggempur Palestina.

Sebagaimana diketahui, bentrokan terjadi di Masjid Al-Aqsa selama bulan suci Ramadhan membuat kelompok Hamas, menuntut pasukan Israel mengosongkan kompleks tersebut pada Senin (10/5).

Hamas kemudian menembakkan roket ke Yerusalem ketika tenggat waktu berakhir. Israel kemudian memulai kampanye udara besar-besaran yang menargetkan Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di Gaza.

Gencatan senjata untuk mengakhiri permusuhan di Gaza tampaknya akan diadakan pada hari Jumat (21/5).

Dunia Sambut Baik Gencatan Senjata

Negara-negara kekuatan dunia pun menyambut baik gencatan senjata yang disepakati oleh Israel dan Hamas ini. Mereka juga mendorong agar solusi politik jangka panjang bisa tercapai untuk konflik berkelanjutan di Timur Tengah.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (22/5/2021), Paus Fransiskus memuji gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang berlaku sejak Jumat (21/5) dini hari. Dia juga meminta gereja-gereja Katolik sedunia untuk mendoakan perdamaian di Timur Tengah.

"Saya berterima kasih kepada Tuhan untuk keputusan penghentian konflik bersenjata dan aksi kekerasan, dan saya mendoakan terwujudnya dialog dan perdamaian," demikian pernyataan pemimpin umat Katolik sedunia menanggapi gencatan senjata itu.

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menyebut gencatan senjata menandai 'kesempatan murni' untuk perdamaian usai terjadi pertempuran.

"Saya meyakini kita memiliki kesempatan murni untuk mencapai kemajuan dan saya berkomitmen untuk mengupayakan itu," ucap Biden di Gedung Putih, sembari menyoroti peran Mesir sebagai mediator.

Otoritas China dalam tanggapannya menyatakan menyambut baik gencatan senjata itu dan menyatakan komunitas internasional sekarang perlu 'mengulurkan tangan untuk membantu' kawasan tersebut. Disebutkan juga bahwa China akan berkomitmen memberikan bantuan darurat US$ 1 juta dan bantuan untuk upaya pemulihan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) bagi Palestina sebesar US$ 1 juta.

"Komunitas internasional harus mendorong dilanjutkannya perundingan damai antara Palestina dan Israel, dan mencapai solusi komprehensif, adil dan abadi untuk isu Palestina yang didasarkan atas solusi dua negara," sebut juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian.

Otoritas Rusia dalam tanggapannya menyatakan bahwa meskipun Rusia puas dengan gencatan senjata yang disepakati Israel-Hamas, dinilai masih ada lebih banyak hal yang harus dilakukan.

"Ini merupakan langkah penting tapi masih tidak cukup," ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova. "Untuk menghindari berlanjutnya kekerasan, kita harus menggandakan upaya internasional dan regional dalam meluncurkan kembali perundingan politik langsung antara Israel dan Palestina," imbuhnya.