Palestina dan Israel Saling Lontarkan Tuduhan 'Genosida' di Sidang PBB

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 04:30 WIB
Militer Israel terus meluncurkan serangan udara ke Jalur Gaza di hari perayaan Idul Fitri. Hingga Kamis pagi, jumlah warga Palestina yang meninggal telah mencapai 69 orang.
Bangunan di Gaza hancur lebur usai digempur militer Israel (Foto: AP Photo)
Washington -

Utusan Palestina dan Israel saling melontarkan tuduhan 'genosida' dalam sidang Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Hal ini membuat sidang PBB itu semakin panas.

Dilansir AFP, tuduhan genosida itu dilontarkan oleh Menteri Luar Negeri Palestina, Riad Al-Malki dan Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Gilad Erdan.

Mulanya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sangat terkejut dengan pertempuran dan konflik Israel-Palestina yang merenggut banyak korban.

"Saya sangat terkejut dengan pemboman udara dan artileri yang terus berlanjut oleh Pasukan Pertahanan Israel di Gaza," kata Guterres seperti dilansir AFP, Jumat (21/5/2021).

Dia juga mengatakan penembakan roket oleh Hamas ke wilayah Israel tidak dapat diterima. "Penembakan roket tanpa pandang bulu oleh Hamas dan kelompok militan lainnya ke pusat-pusat populasi di Israel (tidak dapat diterima)," kata Guterres.

Militer Israel terus melancarkan serangan terhadap Palestina. Ratusan warga Palestina tewas.Militer Israel terus melancarkan serangan terhadap Palestina. Ratusan warga Palestina tewas. (Foto: AP Photo)

Kemudian Riad Al-Malki selaku Menteri Luar Negeri Palestina angkat bicara. Ia menyebut aksi Israel menggempur Palestina merupakan aksi pembantaian.

"Mari kita hentikan pembantaian ini," kata Menteri Luar Negeri Palestina Riad Al-Malki.

"Seluruh dunia tetap diam dan menutup mata terhadap genosida seluruh keluarga Palestina," lanjut Al-Malki.

Selanjutnya, giliran Gilad Erdan menuduh Hamas melakukan tindakan keji. Ia menyamakan Hamas dengan NAZI.

"Seperti NAZI, berkomitmen untuk genosida orang-orang Yahudi," ucap Erdan.

Smoke billows from a building housing various international media, including The Associated Press, after an Israeli airstrike on Saturday, May 15, 2021 in Gaza City.  The attack came roughly an hour after the Israeli military ordered people to evacuate the building, which also housed Al-Jazeera and a number of offices and apartments. There was no immediate explanation for why the building was targeted.  (Mahmud Hams /Pool Photo via AP)Gaza terus digempur Israel (Foto: Mahmud Hams /Pool Photo via AP)

"Kami melihat upaya untuk menciptakan kesetaraan moral yang salah. Israel melakukan segala upaya untuk menghindari korban sipil. Hamas melakukan segala upaya untuk meningkatkan korban sipil," tuduh Erdan.

Menurut otoritas Israel, roket dari Hamas dan kelompok bersenjata Islam lainnya telah merenggut 12 nyawa di Israel, termasuk satu anak, satu warga India dan dua warga negara Thailand.

Sementara itu, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, serangan Israel di Gaza telah menewaskan 232 warga Palestina, termasuk 65 anak-anak dan 1.900 lainnya terluka. Sebanyak 12.000 orang mengungsi karena konflik Israel-Palestina.

Diberitakan sebelumnya, Israel dan Hamas mengumumkan gencatan senjata. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengkonfirmasi gencatan senjata tersebut.

"Dengan suara bulat menerima rekomendasi untuk menerima inisiatif Mesir untuk gencatan senjata ... tanpa syarat," ujar Netanyahu seperti dilansir dari AFP, Jumat (21/5/2021).

Hamas mengumumkan gencatan senjata itu berlaku mulai Jumat (21/5) pukul 02.00 waktu setempat. Namun, pihak Israel tidak mengumumkan kapan gencatan senjata mulai berlaku.

(isa/isa)