Duterte Larang Pejabat Bicara Soal Laut China Selatan di Depan Publik

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 16:19 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte perintahkan militer dan polisi habisi pemberontak komunis, 9 orang tewas dibunuh aparat
Rodrigo Duterte (dok. BBC World)
Manila -

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, melarang anggota kabinetnya untuk berbicara di depan publik soal sengketa Laut China Selatan. Larangan ini diberlakukan setelah sejumlah menteri Filipina terlibat perang kata-kata dengan China beberapa waktu lalu.

Seperti dilansir AFP, Selasa (18/5/2021), ketegangan antara Filipina dan China terkait jalur perairan strategis itu semakin memanas sejak Maret lalu, setelah ratusan kapal China terdeteksi berada di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina.

China sendiri mengklaim nyaris seluruh perairan Laut China Selatan.

Sementara Duterte terkesan enggan mengkonfrontasi China terkait sengketa itu, Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Filipina berulang kali melontarkan kritikan terhadap China yang menolak menarik kapal-kapalnya dari perairan sengketa.

Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Filipina, Teodoro Locsin, menyampaikan komentar via Twitter menggunakan sumpah-serapah saat menuntut kapal-kapal China meninggalkan ZEE Filipina. Pernyataan kasar Locsin itu memicu teguran dari China dan Locsin telah meminta maaf kepada China.

"Ini adalah perintah saya untuk kabinet... untuk menahan diri membahas (isu) Laut Filipina Barat dengan... siapa saja," ucap Duterte dalam pidatonya pada Senin (17/5) malam waktu setempat, menggunakan nama lokal untuk Laut China Selatan.