Biden Dukung Israel, Erdogan: Anda Menulis Sejarah dengan Tangan Berdarah

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 02:23 WIB
President of Turkey Recep Tayyip Erdogan makes a statement after chairing the cabinet meeting in Ankara, on December 14, 2020. (Photo by Adem ALTAN / AFP)
Foto: Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (AFP/ADEM ALTAN)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden menyatakan serangan Israel terhadap Palestina sebagai bentuk pembelaan diri. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengkritik sikap Joe Biden.

Dilansir AFP, Selasa (18/5/2021), Erdogan menyebut Biden sedang menulis sejarah dengan tangan berdarah. Kritik itu disampaikan dalam pidato yang disiarkan tv nasional.

"Anda sedang menulis sejarah dengan tangan berdarah Anda," kata Erdogan.

Erdogan menegaskan negaranya tak akan mundur untuk membela Palestina. "Anda memaksa kami untuk mengatakan ini. Kami tidak bisa mundur," katanya.

Selain itu, Erdogan juga menyebut Israel sebagai negara teroris. Dia juga menyebut Amerika Serikat telah menjual senjata ke Israel.

"Hari ini kami melihat tanda tangan Biden pada penjualan senjata ke Israel," kata Erdogan pada Senin mengacu pada laporan media AS tentang pengiriman senjata baru yang disetujui oleh pemerintahan Biden

Sebelumnya diberitakan, Joe Biden, angkat suara soal serangan roket Hamas dan sejumlah kelompok militan ke Israel. Biden mendukung keputusan Israel untuk membela diri atas serangan yang dilancarkan ke wilayah sengketa itu.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Minggu (16/5/2021), keprihatinan Biden soal kekerasan yang memanas di Israel dan Palestina disampaikan dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu (15/5). Biden menyatakan 'dukungan kuat' pada Israel untuk mempertahankan diri dari serangkaian serangan roket Hamas dan kelompok teroris lainnya sambil menekankan keprihatinan atas jatuhnya korban dari dua belah pihak.

"Dia (Biden) mengutuk serangan tanpa pandang bulu terhadap kota-kota di seluruh Israel," demikian disampaikan dalam pernyataan Gedung Putih.

Dalam pernyataan itu, disebutkan Menteri Pertahanan Lloyd Austin juga turut terlibat panggilan telepon dengan mitra asal Israel, Benjamin Gantz. Austin menegaskan kembali hak Israel untuk membela diri dari serangan Hamas.

"Austin mengecam keras berlanjutnya serangan gencar oleh Hamas dan kelompok teroris lainnya yang menargetkan warga sipil Israel," katanya, seraya menambahkan bahwa pihaknya telah "berbagi pandangannya tentang perlunya memulihkan keadaan antar kedua belah pihak."

(man/man)