Banyak Mayat di Tepi Sungai Gangga, Diyakini Tak Terkait Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 11:07 WIB
New Delhi -

Kepolisian India tengah menyelidiki temuan banyak mayat yang dikuburkan secara dangkal di area pasir tepi Sungai Gangga maupun yang ditemukan hanyut di sungai suci tersebut. Spekulasi yang bermunculan di media sosial setempat menyebut mayat-mayat itu korban virus Corona (COVID-19).

Seperti dilansir Associated Press, Senin (17/5/2021), dengan menumpang mobil jeep dan perahu, polisi India menggunakan pengeras suara portabel dengan mikrofon untuk meminta warga, khususnya di pedesaan utara India, untuk tidak membuang mayat ke sungai.

"Kami ada di sini untuk membantu Anda melakukan ritual terakhir," demikian seruan polisi setempat.

Pada Jumat (14/5) lalu, hujan deras yang mengguyur mengungkapkan kain penutup mayat-mayat yang dikubur di area pasir tepi sungai secara dangkal. Mayat-mayat itu tersebar di area pasir yang luas di tepi Sungai Gangga di wilayah Prayagraj, Uttar Pradesh.

Dalam penegasan pada Minggu (16/5) waktu setempat, juru bicara pemerintah Uttar Pradesh, Navneet Sehgal, membantah laporan media-media lokal yang menyebut lebih dari 1.000 mayat korban Corona ditemukan terdampar di sungai dalam dua pekan terakhir.

"Saya yakin mayat-mayat ini tidak ada hubungannya dengan COVID-19," tegas Sehgal dalam pernyataannya.

Dia menyebut bahwa sejumlah warga desa setempat tidak mengkremasi mayat-mayat tersebut, sesuai adat, karena tradisi Hindu selama beberapa periode penting secara keagamaan dan membuang mayat-mayat itu ke sungai atau menggali kubur dangkal di tepi sungai.

Selanjutnya
Halaman
1 2