Serangan Israel Tewaskan Sejumlah Komandan Militer Hamas

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Kamis, 13 Mei 2021 01:50 WIB
Israel melancarkan gempuran udara ke wilayah Gaza untuk respons ratusan roket yang ditembakkan Hamas. Serangan udara itu porak porandakan bangunan di Kota Gaza.
Serangan Israel ke Palestina (Foto: AP Photo/Hatem Moussa)
Jakarta -

Militer Israel terus melakukan serangan ke Gaza, Palestina. Sejumlah komandan militer Hamas dilaporkan tewas.

Dilansir AFP, Kamis (13/5/2021), ada empat komandan militer Hamas yang dilaporkan tewas dalam serangan Israel pada Rabu malam waktu setempat. Salah satu komandan Hamas yang tewas yakni Bassem Isa.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memperingatkan kepada para militer Palestina mengenai serangan yang dilancarkan negaranya. Netanyahu menyebut, serangan tersebut mengancam nyawa para militer Palestina.

"Ini baru permulaan, kami akan memberikan pukulan yang tidak mereka impikan," katanya saat mengunjungi seorang gadis Israel yang terluka dalam serangan roket di sebuah rumah sakit di pusat negara.

Badan keamanan internal Israel, Shin Bet, mengatakan selain Issa serangan itu juga menewaskan Kepala Komando Siber Hamas, Jumaa Tahle. Selain itu, korban tewas lainnya yakni kepala penelitian dan amunisi Jamal Zibde, dan Hazem Hatib, kepala insinyur produksi kelompok tersebut.

Sebelumnya diberitakan, militer Israel terus membombardir Jalur Gaza pada Rabu waktu setempat. Otoritas kesehatan menyebutkan setidaknya 35 warga Palestina, termasuk 10 anak tewas akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza yang diluncurkan sejak Senin malam.

Dilansir dari Aljazeera, Rabu (12/5/2021), tembakan roket Israel ini terjadi setelah militan Palestina Hamas, yang menguasai Gaza, mengultimatum Israel untuk mundur dari kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur.

Sebagai informasi, Israel menduduki Kompleks Masjid Al-Aqsa setelah melakukan aksi kekerasan terhadap warga sipil Palestina di wilayah tersebut.

Polisi Israel menyerbu kompleks tersebut pada hari Senin (10/5) waktu setempat. Selama 3 hari berturut-turut, mereka menembakkan peluru baja berlapis karet, granat kejut dan gas air mata ke jemaah Palestina yang berada di dalam masjid pada hari-hari terakhir bulan suci Ramadhan.

Lebih dari 700 warga Palestina terluka di Yerusalem dan di seluruh Tepi Barat yang diduduki dalam beberapa hari terakhir.

Aksi brutal Israel itu memicu ultimatum dari Hamas. Hamas pun menembakkan ratusan roket ke Israel yang kemudian direspons Israel dengan gempuran udara yang kemudian menewaskan sedikitnya 20 orang di Gaza.

(man/man)