AS-Uni Eropa Serukan Deeskalasi Usai Bentrokan Berdarah di Al-Aqsa

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 16:51 WIB
Palestinians react to stun grenades fired by Israeli police to clear the Damascus Gate to the Old City of Jerusalem after clashes at the Al-Aqsa Mosque compound, Friday, May 7, 2021. Palestinian worshippers clashed with Israeli police late Friday at the holy site sacred to Muslims and Jews, in an escalation of weeks of violence in Jerusalem that has reverberated across the region. (AP Photo/Maya Alleruzzo)
Warga Palestina menghindari granat kejut yang ditembakkan polisi Israel untuk membersihkan Gerbang Damaskus setelah terjadi bentrokan di Masjid Al-Aqsa (AP Photo/Maya Alleruzzo)

Dia juga memperingatkan bahwa sangat penting untuk menghindari langkah apapun yang bisa memperburuk situasi. "Seperti penggusuran di Yerusalem Timur, aktivitas permukiman, penghancuran rumah dan aksi terorisme," sebut Price.

Dalam pernyataan terpisah, Departemen Luar Negeri AS menyampaikan kekhawatiran secara khusus soal 'potensi penggusuran keluarga-keluarga Palestina di wilayah Silwan dan Sheikh Jarrah' -- dua wilayah di Yerusalem Timur yang tengah dilanda ketegangan tinggi.

Ditekankan Departemen Luar Negeri AS bahwa sejumlah keluarga Palestina yang menjadi target penggusuran telah 'tinggal di rumah mereka selama beberapa generasi'.

Uni Eropa dalam pernyataannya pada Sabtu (8/5) waktu setempat, menyerukan otoritas terkait untuk segera meredakan ketegangan. "Kekerasan dan penghasutan tidak bisa diterima dan para pelaku dari semua pihak harus dimintai pertanggungjawaban," sebut juru bicara Uni Eropa dalam pernyataannya.

"Uni Eropa menyerukan otoritas terkait untuk segera bertindak demi meredakan ketegangan saat ini di Yerusalem," cetus pernyataan tersebut.

Uni Eropa juga serukan seluruh pihak menahan diri agar memperburuk situasi. "Tindakan menghasut di sekitar Temple Mount/Haram al-Sharif harus dihindari dan status quo harus dihormati," tegas juru bicara Uni Eropa tersebut.

"Pemimpin politik, agama dan masyarakat dari semua pihak harus menunjukkan sikap menahan diri dan bertanggung jawab dan melakukan upaya untuk menenangkan situasi yang tidak menentu ini," imbuh juru bicara tersebut.

Terkait potensi penggusuran keluarga Palestina di Sheikh Jarrah, Uni Eropa mengecamnya sebagai 'ilegal' dan menyebut hal itu sebagai pemicu ketegangan. "Situasi terkait penggusuran keluarga Palestina di Sheikh Jarrah dan area-area lainnya di Yerusalem Timur juga menjadi kekhawatiran serius. Tindakan semacam itu ilegal di bawah hukum kemanusiaan internasional dan hanya memicu ketegangan di lapangan," tandas juru bicara Uni Eropa.

Halaman

(nvc/idh)