AS-Uni Eropa Serukan Deeskalasi Usai Bentrokan Berdarah di Al-Aqsa

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 16:51 WIB
Palestinians react to stun grenades fired by Israeli police to clear the Damascus Gate to the Old City of Jerusalem after clashes at the Al-Aqsa Mosque compound, Friday, May 7, 2021. Palestinian worshippers clashed with Israeli police late Friday at the holy site sacred to Muslims and Jews, in an escalation of weeks of violence in Jerusalem that has reverberated across the region. (AP Photo/Maya Alleruzzo)
Warga Palestina menghindari granat kejut yang ditembakkan polisi Israel untuk membersihkan Gerbang Damaskus setelah terjadi bentrokan di Masjid Al-Aqsa (AP Photo/Maya Alleruzzo)
Washington DC -

Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa sama-sama menyerukan agar Israel dan Palestina meredakan ketegangan atau deeskalasi setelah terjadi bentrokan terbaru di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, yang memicu banyak korban luka.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (8/5/2021), sedikitnya 205 warga Palestina dan 17 polisi Israel mengalami luka-luka dalam bentrokan pada Jumat (7/5) malam yang dipicu oleh aksi protes warga Palestina terhadap potensi penggusuran sejumlah keluarga Palestina yang tanahnya diklaim oleh para pemukim Yahudi.

Potensi penggusuran itu berkaitan putusan pengadilan atas sengketa tanah di Sheikh Jarrah, di mana sejumlah keluarga Palestina terancam digusur usai pengadilan memutuskan tanah yang menjadi tempat tinggal mereka secara legal dimiliki para pemukim Yahudi.

Dalam bentrokan itu, polisi Israel mengerahkan meriam air untuk membubarkan demonstran Palestina, yang menurut Israel melemparkan batu, kembang api dan benda-benda lainnya ke arah polisi.

"Amerika Serikat sangat prihatin soal konfrontasi yang berlangsung di Yerusalem... yang dilaporkan memicu sejumlah korban luka," demikian pernyataan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price.

"Tidak ada alasan untuk melakukan kekerasan, tapi pertumpahan darah semacam itu sangat mengganggu sekarang, yang terjadi pada hari-hari terakhir Ramadan," imbuh pernyataannya.

Price menyatakan AS menyerukan para pejabat Israel dan Palestina untuk 'bertindak secara tegas dalam meredakan ketegangan dan menghentikan kekerasan'.

Selanjutnya
Halaman
1 2