Biden Ingatkan AS Butuh Anggaran Triliunan, China Jadi Alasannya

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 09:53 WIB
Tandai 100 Hari Pertama Menjabat, Joe Biden Bertekad Bawa Amerika Bangkit Kembali
Joe Biden (dok. DW News)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, memperingatkan bahwa Kongres perlu meloloskan rencana pengeluaran multi-triliunan dolar Amerika yang diajukan pemerintahannya untuk memperbarui perekonomian AS. Biden mengatakan hal itu harus dilakukan karena China "menyantap makan siang kita".

Seperti dilansir AFP, Jumat (7/5/2021), Biden mengajukan proposal infrastruktur senilai US$ 2,3 triliun sebagai cara untuk mengamankan keunggulan AS di panggung global, seperti memperbaiki jembatan dan ruas jalanan berbahaya.

Proposal ini populer di kalangan politikus Partai Demokrat, namun kalangan politikus Partai Republik di Kongres menentangnya karena memandangnya sebagai pengeluaran besar-besaran yang tak terkendali dan beberapa memilih mengajukan proposal yang lebih sederhana.

Berbicara dalam kunjungan di Louisiana yang menjadi basis kuat Republikan, Biden berargumen bahwa rencana pengeluarannya, yang tidak hanya mendanai infrastruktur tradisional seperti ruas jalanan, tapi juga mengucurkan dana ke hal-hal seperti jaringan internet luas dan penelitian serta pengembangan mobil listrik, akan berhasil.

"Ini merupakan cetak biru kerah biru untuk membangun kembali Amerika, untuk meningkatkan perekonomian kita agar kita bisa menyalurkan barang-barang, mulai bekerja, menjadi lebih kompetitif di seluruh dunia," tegas Biden.

Republikan diketahui keberatan dengan seruan Biden untuk mendanai infrastruktur dengan menaikkan pajak korporasi dari 21 persen menjadi 28 persen.

Namun, Biden malah memuji Rencana Keluarga Amerika senilai US$ 1,8 triliun yang mengatur perluasan pendidikan dan perlindungan sosial, di mana itu akan dibayar melalui kenaikan pajak untuk golongan terkaya di AS.

Simak juga video 'Jepang-AS Pertegas Aliansi Lawan Pendudukan China di Lautan Indo-Pasifik':

[Gambas:Video 20detik]



Ditegaskan Biden bahwa visi baru dibutuhkan, dengan fokus pada penelitian dan pengembangan.

"China menyantap makan siang kita. Mereka memakan makan siang kita secara ekonomi. Mereka menginvestasikan ratusan miliar dolar untuk penelitian," ujar Biden.

"Jika ini terus terjadi, mereka akan menguasai pasar mobil listrik di dunia. Kita harus bersaing," cetusnya.

(nvc/ita)