Corona di Singapura Melonjak, Beberapa Minggu ke Depan Jadi Masa Kritis

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 11:26 WIB
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render
ilustrasi (Foto: Getty Images/BlackJack3D)
Jakarta -

Singapura mengumumkan sejumlah pembatasan terkait virus Corona, termasuk larangan penonton di acara olahraga karena lonjakan kasus infeksi virus Corona di negara itu.

Setelah lockdown (penguncian) parsial dan pengujian ketat serta pelacakan kontak, COVID-19 hampir menghilang di Singapura, dengan pihak berwenang dalam beberapa bulan terakhir melaporkan hampir tidak ada penularan lokal.

Tetapi kasus-kasus infeksi meningkat minggu lalu, dengan pejabat mengumumkan beberapa cluster baru, dan dalam tujuh hari terakhir 60 kasus infeksi yang ditularkan secara lokal telah dilaporkan.

Sebuah cluster di salah satu rumah sakit terbesar di Singapura telah berkembang menjadi 40 kasus, termasuk seorang pasien berusia 88 tahun yang meninggal pada hari Sabtu (1/5) lalu.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (5/5/2021), dengan pembatasan baru yang diumumkan pada Selasa (4/5), maka pertemuan akan dibatasi pada kelompok yang terdiri dari lima orang saja. Juga lebih banyak orang akan diminta untuk bekerja dari rumah.

Gym dalam ruangan dan studio kebugaran akan ditutup. Jumlah orang yang boleh hadir juga akan dikurangi untuk konferensi, pernikahan, dan pemakaman.

Selain itu, wisatawan yang datang dari sebagian besar negara akan diminta untuk karantina selama tiga minggu, bukan dua minggu.

Simak juga Video: Kasus Corona di Negara-negara Asia Meningkat, Kemenkes: Waspada

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2