PM Inggris Soroti Demo Fans MU di Old Trafford Bikin Polisi Terluka

Tim detikcom - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 22:33 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - MAY 02: Fans are seen protesting Manchester Uniteds Glazer ownership outside the stadium prior to the Premier League match between Manchester United and Liverpool at Old Trafford on May 02, 2021 in Manchester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Getty Images/Getty Images)
Demo di Old Trafford (Foto: Getty Images/Getty Images)
Manchester -

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson menyoroti demonstrasi yang dilakukan penggemar klub sepakbola Manchester United (MU) di Stadion Old Trafford. Dia menyayangkan demo tersebut berujung ricuh hingga ada polisi terluka.

Dilansir dari AFP, Senin (3/5/2021), massa fans MU menyerbu Old Trafford dan berlari ke lapangan pada hari Minggu (2/5) sebagai bagian dari demonstrasi melawan pemilik United, keluarga Glazer yang berbasis di AS.

Polisi Greater Manchester mengatakan salah satu petugas mereka membutuhkan perawatan di rumah sakit darurat akibat luka saat pengamanan aksi. Demo terhadap Glazers itu dipicu oleh MU yang sempat terlibat dalam proyek Liga Super Eropa (ESL).

Johnson, dalam kunjungannya selama masa kampanye ke kota timur laut Hartlepool, mengatakan demo berujung ricuh itu bukan sesuatu yang baik. Meski demikian, dia mengaku paham terhadap perasaan para fans MU.

"Menurut saya, bukan ide yang baik untuk memiliki perilaku yang mengganggu, demonstrasi semacam itu. Tapi di sisi lain, saya memahami kekuatan perasaan orang," ujar Johnson.

Dia mengaku rakyat Inggris tidak sepakat soal Liga Super Eropa. Pemerintahannya juga tak akan mendukung kompetisi itu.

"Dan saya pikir itu adalah hal yang baik bahwa kami dapat melakukan hal-hal yang memperjelas bahwa Liga Super Eropa tidak akan dihargai oleh orang-orang di negara ini, atau oleh pemerintah ini," ujarnya.

Sebagian pendukung MU sempat masuk ke dalam Old Trafford saat demo terjadi. Sementara, sebagian besar berkumpul di luar stadion dan sempat terlibat bentrokan dengan polisi yang hendak membubarkan massa. Para pedemo melempari petugas dan kuda dengan berbagai benda.

Dua petugas terluka akibat peristiwa itu. Satu orang diduga diserang dengan botol dan mengalami luka sayatan parah di wajahnya sehingga membutuhkan perawatan darurat di rumah sakit.

Asisten kepala kepolisian setempat, Russ Jackson, mengkritik perilaku sembrono dan berbahaya dari pendukung MU yang terlibat dalam tindakan kekerasan. Pihak MU sendiri menyesalkan demo tersebut menyebabkan kericuhan.

"Penggemar kami sangat menyukai Manchester United, dan kami sepenuhnya mengakui hak untuk kebebasan berekspresi dan protes damai. Namun, kami menyesali gangguan pada tim dan tindakan yang membahayakan penggemar, staf, dan polisi lainnya. Kami berterima kasih kepada polisi atas dukungan mereka dan akan membantu mereka dalam penyelidikan selanjutnya," demikian pernyataan pihak klub.

(haf/zak)