Kapal Induk China Gelar Latihan Militer di Laut China Selatan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 09:52 WIB
FILE - In this April 23, 2019, file photo, the Chinese Peoples Liberation Army (PLA) Navy aircraft carrier Liaoning participates in a naval parade to commemorate the 70th anniversary of the founding of Chinas PLA Navy in the sea near Qingdao in eastern Chinas Shandong province. China says it is holding naval drills involving the battlegroup of the aircraft carrier Liaoning in waters near Taiwan. (AP Photo/Mark Schiefelbein, Pool, File)
Ilustrasi -- Kapal induk China (AP Photo/Mark Schiefelbein, Pool, File)
Beijing -

Kapal induk China, Shandong, telah menggelar latihan militer di perairan Laut China Selatan yang menjadi sengketa. Latihan ini digelar setelah China mengkritik Amerika Serikat (AS) karena mengerahkan kapal Angkatan Laut-nya ke perairan strategis tersebut.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (3/5/2021), latihan yang digelar kapal induk China ini disebut sebagai latihan rutin tahunan oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), nama resmi militer China.

Juru bicara Angkatan Laut China, Gao Xiucheng, dalam pernyataannya menyebut latihan kapal induk Shandong itu sepenuhnya sah dan merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan nasional, keamanan dan kepentingan pembangunan, serta menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

"Kami mengharapkan dunia luar akan memandangnya secara objektif dan rasional. Di masa mendatang, Angkatan Laut China akan terus menggelar latihan serupa seperti yang direncanakan," tutur Gao dalam pernyataannya.

Kapal induk Shandong merupakan kapal induk China yang kedua yang beroperasi setelah Liaoning, yang aslinya dibeli sebagai badan kapal (hulk) dari Ukraina dan sepenuhnya diperbarui.

Pekan lalu, Kementerian Pertahanan China mendesak AS untuk menahan pasukan garis depannya di wilayah udara dan lautan dekat China. Disebutkan China bahwa pesawat pengintai dan kapal perang AS menjadi lebih aktif di sekitar wilayah China sejak Presiden Joe Biden menjabat pada awal tahun ini.

Laut China Selatan yang merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia ini menjadi sengketa China dan sejumlah negara tetangganya. China mengklaim nyaris keseluruhan perairan tersebut dan telah membangun beberapa pulau buatan dalam langkah yang disebut AS sebagai upaya memiliterisasi area tersebut.

Simak juga video 'Negara Tetangga Tolak Rencana Air Limbah Fukusima Dibuang ke Laut':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)