Mantan Pimpinan Netflix Terancam 20 Tahun Bui di Kasus Pencucian Uang

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 02 Mei 2021 12:12 WIB
ISTANBUL, TURKEY - MARCH 23:  The Netflix App logo is seen on a television screen on March 23, 2018 in Istanbul, Turkey. The Government of Turkish President Recep Tayyip Erdogan passed a new law on March 22 extending the reach of the countrys radio and TV censor to the internet.  The new law will allow RTUK, the states media watchdog, to monitor online broadcasts and block content of social media sites and streaming services including Netflix and YouTube. Turkey already bans many websites including Wikipedia, which has been blocked for more than a year. The move came a day after private media company Dogan Media Company announced it would sell to pro-government conglomerate Demiroren Holding AS. The Dogan news group was the only remaining news outlet not to be under government control, the sale, which includes assets in CNN Turk and Hurriyet Newspaper completes the governments control of the Turkish media.  (Photo by Chris McGrath/Getty Images)
Ilustrasi (Foto: Chris McGrath/Getty Images)
Jakarta -

Mantan Wakil Presiden Teknologi Informasi Netflix, Michael Kail, didakwa atas 28 kasus suap dan pencucian uang saat masih menjabat di perusahaan berbasis layanan video streaming tersebut.

Seperti dilansir Business Insider, Minggu (2/5/2021), menurut bukti yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat, Kail, yang didakwa pada tahun 2018, menggunakan posisinya untuk menerima suap dari sejumlah perusahaan teknologi yang ingin berbisnis dengan Netflix.

Diketahui Kail menerima suap dari sembilan perusahaan berbeda dengan total dana lebih dari $500.000 (Rp 7,2 miliar).

Pengadilan juga memerintahkan Kail menyerahkan rumah yang dia beli dari dana suap di Los Gatos, California melalui skema ilegal.

"Penyuapan merusak persaingan yang adil antar bisnis apa pun, terlebih di lingkungan Silicon Valley yang sangat kompetitif," demikian disampaikan jaksa AS, Stephanie Hinds, dalam siaran persnya.

"Sebagai Wakil Presiden Operasi TI Netflix, Michael Kail memiliki kewenangan besar untuk menyetujui kontrak Netflix dengan banyak vendor teknologi, dan dia mencurangi proses itu dengan menerima suap untuk dirinya sendiri. Netflix dan perusahaan lain pantas mendapatkan layanan yang jujur dari para karyawannya," imbuhnya.

Gugatan Netflix terhadap Kail dilakukan pada 2014 usai dirinya keluar dan menjabat sebagai CIO Yahoo. Dalam gugatan itu, Kail dituduh melakukan penipuan dan melanggar kewajiban fidusia.

Kail terancam menghadapi hukuman maksimum hingga 20 tahun penjara dan denda $250.000 (Rp 3,6 miliar) untuk setiap kasus suap dan hukuman maksimum 10 tahun penjara dan denda serupa untuk setiap kasus pencucian uang.

(izt/gbr)