AS Sarankan India Lockdown untuk Redam Ledakan Corona

Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 02 Mei 2021 02:45 WIB
Penyebaran virus Corona di India terus mengganas. Bahkan pada Sabtu (1/5) ini, India mencatat lebih dari 400.000 kasus baru infeksi Corona dalam waktu 24 jam terakhir.
Pasien Corona di India (Foto: AP Photo/Altaf Qadri)
Washington -

Penasihat COVID-19 Amerika Serikat (AS) Anthony Fauci menyarankan India untuk lockdown. Hal itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Corona yang makin ganas tiap harinya.

"Saya pikir hal terpenting dalam waktu dekat (bagi India) adalah mendapatkan (tabung) oksigen, mendapatkan persediaan, mendapatkan obat, mendapatkan APD, hal-hal semacam itu," ujar Fauci dikutip AFP dari harian Indian Express, Minggu (2/5/2021).

"Tapi juga, salah satu hal yang harus segera dilakukan adalah menyerukan lockdown," katanya.

Fauci berpendapat India tak perlu lama-lama lockdown. India, kata Fauci, dapat mengakhiri ledakan Corona bila lockdown diberlakukan meski hanya sementara.

"Tidak ada yang suka lockdown ... Tapi jika Anda melakukannya hanya untuk beberapa minggu, (Negara) Anda bisa memiliki dampak signifikan pada dinamika wabah," jelas Fauci.

Penyebaran virus Corona di India terus mengganas. Bahkan pada Sabtu (1/5) ini, India mencatat lebih dari 400.000 kasus baru infeksi Corona dalam waktu 24 jam terakhir.Penyebaran virus Corona di India terus mengganas. Bahkan pada Sabtu (1/5) ini, India mencatat lebih dari 400.000 kasus baru infeksi Corona dalam waktu 24 jam terakhir. (Foto: Anindito Mukherjee/Getty Images)

Diketahui, India mencatat ada 400 ribu kasus baru pada Sabtu (1/5). Total ada 7 juga kasus Corona hanya pada Bulan April 2021.

Melonjaknya kasus COVID-19 di India ini bermula dari awal tahun saat ada pelonggaran pembatasan aktivitas setelah kasus infeksi turun di bawah 10.000 kasus per hari.

Saat pelonggaran itu, terjadi pertemuan keagamaan massal seperti Kumbh Mela, yang menarik jutaan peziarah Hindu. Selain itu ada demonstrasi politik yang dibiarkan berlanjut, bahkan ketika jumlah kasus mulai meningkat tajam pada akhir Maret.

Akibatnya, rumah sakit di India tak bisa menampung para pasien. Beberapa kota telah memberlakukan pembatasan sosial demi menekan laju Corona.

(isa/isa)