Polisi Turki Tahan 100 Orang karena Coba Gelar Aksi Demo May Day

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 01 Mei 2021 19:17 WIB
Seattle, WA, USA – May 1, 2015: Protesters run from gas grenades fired by Seattle police officers during May Day rioting on Capitol Hill.
ilustrasi (Foto: iStock)
Jakarta -

Polisi Istanbul, Turki menahan sekitar 100 orang yang berusaha menggelar aksi demo May Day di kota itu pada hari Sabtu (1/5), yang melanggar larangan demo yang diperintahkan di tengah pandemi virus Corona.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (1/5/2021), setidaknya 100 demonstran ditahan ketika mereka berusaha berjalan ke Taksim Square, yang sejak lama dikenal sebagai area protes dan di daerah-daerah lain di dekatnya termasuk Istiklal Avenue yang populer.

Seorang koresponden AFP mengatakan, petugas polisi mendorong mundur kerumunan warga secara paksa dengan menggunakan perisai mereka, sementara para petugas lain menyeret para pengunjuk rasa pergi.

Asosiasi Pengacara Kontemporer Cabang Istanbul mengatakan 170 orang ditahan.

Turki telah berada di bawah lockdown (penguncian) penuh sejak 29 April, dengan gelombang ketiga virus Corona menyebabkan rekor jumlah kematian harian.

Data resmi menunjukkan, sekitar 394 orang meninggal karena COVID-19 di Turki pada hari Jumat (30/4) waktu setempat.

Taksim telah menjadi titik kerusuhan pada May Day, dengan bentrokan yang sering terjadi sejak 34 orang tewas di sana pada tanggal 1 Mei 1977 selama periode yang tidak stabil dalam sejarah Turki modern.

Media lokal melaporkan, sedikitnya 11 orang juga ditahan di Ankara, ibu kota Turki setelah mencoba mengadakan demonstrasi May Day.

(ita/ita)