30 Ribu Orang Tinggalkan Palma Mozambik Sejak Serangan ISIS

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 17:42 WIB
Bendera Mozambik
ilustrasi (Foto: (iStock))
Jakarta -

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa puluhan ribu orang telah meninggalkan kota Palma di Mozambik utara menyusul serangan para militan terkait ISIS akhir bulan lalu, yang menewaskan puluhan orang.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (30/4/2021), badan pengungsi PBB, UNHCR mengatakan sekitar 30.000 orang telah melarikan diri dari Palma sejak militan terkait ISIS menyerbu kota pesisir itu pada 24 Maret lalu.

Juru bicara UNHCR, Babar Baloch mengatakan badan tersebut "sangat prihatin dengan konsekuensi kemanusiaan dari eskalasi kekerasan yang cepat" di Mozambik utara.

Dia menyuarakan keprihatinan khusus tentang "keselamatan dan kesejahteraan mereka yang paling rentan di antara para pengungsi, termasuk wanita dan anak-anak."

Serangan akhir bulan lalu menandai peningkatan besar dalam pemberontakan yang telah mendatangkan malapetaka di seluruh provinsi Cabo Delgado selama lebih dari tiga tahun ketika para militan berusaha untuk mendirikan kekhalifahan.

Kekerasan tersebut mendorong perusahaan Prancis, Total untuk menangguhkan pekerjaan di proyek gas bernilai miliaran dolar di dekatnya.

"Mereka yang melarikan diri menghadapi hambatan signifikan saat menyelamatkan diri baik di dalam negeri maupun saat mencoba melintasi perbatasan," kata Baloch kepada wartawan di Jenewa, Swiss.

Simak Video: Kisah Korban Selamat dari ISIS di Palma: Kabur ke Hutan-7 Hari Tak Makan

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2