Astronot AS Rekan Neil Amstrong, Michael Collins Meninggal Dunia

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 03:56 WIB
(FILES) In this file photo US Apollo 11 astronaut Michael Collins is seen at the National Press Club in Washington, DC, to discuss the impact of his historic mission to the moon on April 15, 2019. - American astronaut Michael Collins, who flew the Apollo 11 command module while his crewmates became the first people to land on the Moon in 1969, died on April 28, 2021 after battling cancer, his family said.
Foto: Astronos AS, Michael Collins (AFP/ERIC BARADAT)
Jakarta -

Astronot Amerika Serikat, Michael Collins meninggal dunia. Dia merupakan astronot yang menerbangkan Apollo 11 dan menjadi bagian dari orang pertama mendarat di bulan.

Dilansir AFP, Kamis (29/4/2021), Collins meninggal dunia pada Rabu waktu setempat. Dia meninggal dunia di usia 90 tahun akibat menderita kanker. Kabar meninggalnya Collins disampaikan keluarga.

"Mike selalu menghadapi tantangan hidup dengan keanggunan dan kerendahan hati, dan menghadapi ini, tantangan terakhirnya, dengan cara yang sama," tulis keluarga Collins di akun Twitter resminya.

"Silakan bergabung dengan kami dengan penuh kasih sayang dan kegembiraan mengingat kecerdasannya yang tajam, tujuan yang tenang, dan perspektif bijaknya, yang diperoleh dari melihat kembali ke Bumi dari sudut pandang ruang angkasa dan menatap perairan yang tenang dari dek kapal penangkap ikannya," sambungnya.


Collins terkenal sebagai anggota misi Apollo 11 ketika krunya Neil Armstrong dan Buzz Aldrin menjadi orang pertama yang menginjakkan kaki di Bulan.

Collins merupakan pria kelahiran Roma 1930. Orangtua Collins merupakan perwira militer AS dan kemudian bertugas sebagai atase militer di Roma.

Collins sempat menjelaskan pandangannya terhadap bumi setelah menginjakkan kaki di bumi. Menurutnya, bumi merupakan planet yang rapuh.

"Ketika kami meluncur dan melihat (Bulan), oh, itu adalah bola yang luar biasa," katanya pada acara tahun 2019 di Universitas George Washington untuk memperingati ulang tahun ke-50.

"Di luar sana ada kacang kecil seukuran ibu jari Anda sejauh lengan: biru, putih, sangat berkilau, Anda mendapatkan biru samudra, putih awan, guratan karat yang kita sebut benua, benda kecil yang begitu indah dan indah , terletak di beludru hitam bagian alam semesta lainnya," ucapnya.

Setelah pergi ke bulan bersama Neil Amstrong, Collins tak lagi pergi ke luar angkasa. Dia kemudian bekerja sebagai asisten menteri luar negeri untuk urusan publik pada puncak perang Vietnam. Setelah itu, Collins bekerja sebagai direktur pertama National Air and Space Museum di Washington.

Lihat juga video 'Misi Astronot AS dan Jepang di Luar Angkasa':

[Gambas:Video 20detik]



(man/man)