P-8 Poseidon Milik AS Terbang ke RI Bantu Cari KRI Nanggala-402

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 24 Apr 2021 09:09 WIB
PERTH, AUSTRALIA - APRIL 07:  A US Navy Poseidon P-8 takes off to assist in the search for debris from missing Malaysia Airlines Flight MH370 at Perth International airport on April 7, 2014 in Perth, Australia. Angus Houston confirmed today that the Australian naval vessel Ocean Shield has twice detected signals in the past 24 hours consitent with aircraft black boxes. The airliner disappeared on March 8 with 239 passengers and crew on board and is suspected to have crashed into the southern Indian Ocean.  (Photo by Paul Kane/Getty Images)
Pesawat patroli maritim milik Angkatan Laut AS, P-8 Poseidon (dok. Getty Images)

Lebih lanjut, Kirby menyebutkan jika pada akhirnya kapal selam Indonesia ditemukan, maka akan tergantung pada pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah selanjutnya. Dia menyebut tugas untuk mengangkat kapal selam ke permukaan menjadi pekerjaan yang menantang, namun dia menyatakan AS memiliki kemampuan untuk membantu proses tersebut.

"Sangat bergantung pada apakah Anda berupaya mencari objek di bawah air, apapun itu, kondisinya maupun seberapa dalam perairannya, dan juga seperti apa dasarnya dan seperti apa arusnya. Maksud saya, ada banyak hal yang harus diperhatikan. Dan mengangkat sesuatu dari dasar lautan merupakan pekerjaan berbahaya dan melelahkan. Kami memiliki sejumlah kemampuan untuk membantu dalam hal itu," cetus Kirby.

Sejauh ini, sebut Kirby, bantuan lainnya dari AS untuk Indonesia masih belum diketahui, selain pesawat P-8 Poseidon. Kirby menegaskan AS bertekad membantu Indonesia hingga menemukan kapal selamnya yang hilang.

"Kami ingin membantu mereka menemukan kapal selam itu dan kami ingin melakukan apapun yang kami bisa, apapun yang mereka butuhkan atau apapun yang mereka ingin kami lakukan, untuk membantu mereka mencarinya," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya bahwa KRI Nanggala-402 buatan Jerman sedang melakukan latihan torpedo di perairan utara pulau Bali sebelum hilang kontak pada hari Rabu (21/4). Upaya pencarian sedang berlangsung 60 mil (96 km) dari Bali untuk menemukan 53 anggota kru kapal selam tersebut.

Para awak kapal selam diperkirakan hanya memiliki pasokan oksigen yang cukup hingga Sabtu (24/4) pagi.


(nvc/idh)