Round-Up

Kecaman ke PM India yang Kampanye Kala Corona Menggila

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 06:46 WIB
FILE PHOTO: Indias Prime Minister Narendra Modi speaks during the Vibrant Gujarat Global Summit in Gandhinagar, India, January 18, 2019. REUTERS/Amit Dave/File Photo
PM India Narendra Modi (Foto: REUTERS/Amit Dave)

Kritikan datang dari sejumlah pejabat negara hingga mantan menteri.

"Anda menggelar kampanye saat orang-orang menuju pemakaman," ucap kepala data Departemen Ilmu Pengetahuan dan Teknologi setempat, Akhilesh Jha, dalam kritikan langkah dari seorang pejabat pemerintahan India.

"Orang-orang akan meminta pertanggungjawaban Anda, Anda tetap menggelar kampanye," imbuhnya.

"Berapa banyak kematian yang dibutuhkan sampai dia menyadari bahwa terlalu banyak orang meninggal?" ujar mantan Menteri Luar Negeri India, Nirupama Menon Rao, dalam komentarnya via Twitter.

Sejumlah pejabat pemerintahan lainnya menyampaikan kritikan senada secara privat kepada Reuters.

Hingga saat ini belum ada respons resmi terkait kritikan ini dari juru bicara pemerintahan Modi. Namun Menteri Perkeretaapian, Perdagangan, dan Perindustrian India, Piyush Goyal, menuturkan kepada kantor berita ANI bahwa Modi bekerja selama berjam-jam setiap harinya untuk menangani krisis yang dipicu pandemi.

Pada Sabtu (17/4) waktu setempat, Modi meminta para pemimpin keagamaan setempat untuk merayakan festival Kumbh Mela secara simbolis, setelah puluhan ribu umat Hindu berkumpul tanpa mematuhi aturan social distancing dan tanpa memakai masker di tepi Sungai Gangga.

Namun permintaan Modi itu baru diajukan pada hari ke-17 festival Kumbh Mela digelar. Festival yang dijadwalkan berlangsung sampai akhir April ini, masih terus berlangsung hingga kini meskipun otoritas setempat mendeteksi ratusan kasus Corona di kalangan orang-orang yang hadir dari berbagai wilayah India.

Halaman

(eva/man)