Terungkap, CIA Pernah Suruh Pilot Bunuh Pemimpin Kuba Raul Castro

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 12:27 WIB
Bagaimana CIA dan Mossad Membunuh Tokoh Nomor Dua Al-Qaeda di Iran
Foto: DW (News)
Jakarta -

Badan intelijen Amerika Serikat, CIA ternyata pernah melakukan upaya untuk membunuh pemimpin revolusi Kuba, Raul Castro pada tahun 1960. CIA menawarkan uang US$ 10.000 kepada seorang pilot yang menerbangkan Raul Castro dari Praha, Ceko ke Havana, Kuba untuk mengatur sebuah "kecelakaan," demikian menurut dokumen rahasia yang dibuka ke publik dan dirilis pada Jumat (16/4) waktu setempat.

Pilot Jose Raul Martinez, yang telah direkrut oleh CIA, meminta - dan menerima - kepastian dari CIA bahwa badan intelijen AS itu akan menjamin pendidikan universitas bagi kedua putranya jika dia meninggal selama operasi tersebut.

Demikian dokumen yang diterbitkan oleh institut riset Arsip Keamanan Nasional yang berbasis di Washington, seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (17/4/2021).

Dalam dokumen itu terungkap bahwa, setelah Martinez berangkat ke Praha, markas CIA di Amerika Serikat mengatakan kepada pusat CIA di Havana untuk membatalkan misi tersebut.

"Jangan lanjutkan," demikian bunyi pesan kawat dari markas CIA di AS. "Masalah ini dibatalkan," imbuhnya

Pada saat itu, sang pilot sudah tidak dapat dihubungi. Ketika dia kembali ke Kuba, Martinez mengatakan kepada penghubungnya bahwa "dia tidak punya kesempatan untuk mengatur kecelakaan seperti yang telah kita bahas."

Plot pembunuhan itu terungkap ketika Raul, adik laki-laki mendiang pemimpin revolusioner Fidel Castro, bersiap untuk meninggalkan politik Kuba dengan mundur sebagai kepala Partai Komunitas Kuba yang sangat kuat.

Simak video 'Akhir Era Castro di Kuba Setelah 62 Tahun':

[Gambas:Video 20detik]




Selanjutnya
Halaman
1 2